Bahaya Tidur di Dekat Handphone, Picu Risiko Terjangkit Kanker/cleveland clinic
Health

Bahaya Tidur di Dekat Handphone, Picu Risiko Terjangkit Kanker

Redaksi
Selasa, 19 Maret 2024 - 11:21
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di era yang serba digital, penggunaan gawai atau handphone sulit dilepaskan dari kehidupan setiap orang. Tak jarang, seseorang menggunakan gawai hingga terbawa tidur. Padahal itu bisa menimbulkan risiko kanker.

Dilansir Statista, lebih dari 4 juta orang di dunia telah menggunakan gawai. Tidak dipungkiri bahwa gawai memiliki kegunaan untuk membantu setiap aktivitas manusia dan menjadikan penggunanya mempunyai ketergantungan terhadap handphone.

Bayangkan saja, dari mulai bangun tidur hingga tertidur, handphone selalu ada seakan tidak pernah lepas dari genggaman. Padahal tidur di dekat handphone memberikan dampak negatif bagi kesehatan.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, paparan radiasi pada handphone dalam jangka waktu yang panjang bersifat karsinogen yang memicu kanker atau tumor.

Tak hanya itu, gelombang elektromagnetik sangat mudah untuk memengaruhi sel-sel otak dan jika sel tersebut mengalami kerusakan bisa berisiko terjangkit tumor otak dan Alzheimer.

International Agency for Research on Cancer (IARC) juga mencatat adanya kemungkinan seseorang terjangkit kanker dari paparan radiasi gawai.

Selain itu, bahaya lain yang mengintai adalah sulit untuk tidur karena cahaya biru pada telepon genggam menghambat produksi hormon melatonin yang bertugas mengatur jam tidur.

Bagi beberapa orang, pancaran radiasi yang berasal dari handphone bisa menyebabkan rasa sakit kepala hingga mual. Selain itu, jika intensitas penggunaan cukup tinggi, mata akan mengalami gangguan penglihatan dan cepat merasa lelah.

Lebih dari itu, bagi Anda yang mempunyai kegemaran mengisi baterai saat tertidur dapat memicu terjadinya kebakaran. Saat baterai handphone sudah terisi penuh dan charger tidak dilepas akan mengakibatkan korsleting listrik.

Oleh sebab itu, yuk, biasakan jauhkan handphone ketika tertidur agar kondisi kesehatan tetap terjaga. Cobalah untuk mulai membatasi penggunaan gawai jika dirasa tidak terasa penting. (Muhammad Sulthon Sulung Kandiyas)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro