Pria perokok mengalami gejala kanker paru-paru/Freepik
Health

Waspada, Penyebab Utama Kanker Paru adalah Asap Rokok

Redaksi
Rabu, 15 Mei 2024 - 10:05
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kanker paru merupakan penyakit kronis yang mengancam kesehatan dan mengikis fungsi dari paru-paru di dalam tubuh dan disebabkan oleh rokok dan asap rokok.

Penyakit tersebut terjadi karena adanya prognosis paling yang paling buruk karena rendahnya angka bertahan hidup daripada jenis kanker lainnya. Penyebab utama dari kanker paru di Indonesia adalah merokok.

Rokok menjadi salah satu pemicu yang paling kuat dan berdampak pada penurunan kesehatan dalam tubuh. Kandungan zat adiktif yang sangat kuat, membuat fungsi organ mengalami gangguan dan penurunan yang cukup fatal.

World Health Organization menyatakan bahwa, kanker merupakan salah satu penyebab kematian paling besar di dunia. Kanker paru tidak hanya disebabkan oleh rokok saja, melainkan dari penerapan pola hidup yang salah. 

Dalam wawancara singkat bersama Aru Wisaksono Sudoyo, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, dirinya mengatakan “30% lah dampaknya, dari pola hidup yang salah terutama pola makan,” ungkapnya pada (14/52024).

Dia juga mengatakan bahwa kanker terjadi karena ‘random error’ dari sel DNA di dalam tubuh, sehingga banyak ditemukan kasus orang-orang yang tidak merokok tetapi terkena penyakit kanker paru.

Namun, dampak yang paling besar dihasilkan dari rokok dan berada di lingkungan perokok aktif, sehingga beberapa orang ikut terdampak asap secara pasif.

“Pola hidup yang salah dapat disebabkan oleh dua hal yaitu kemiskinan dan berlebihan. Berlebihan akan membuat pola makan yang berlebihan dengan mengikuti gaya masyarakat di negara barat. Sedangkan kemiskinan memicu jalan pintas untuk memangkas bahan utama dalam pembuatan makanan,” ujarnya.

Kemiskinan dan gaya hidup berlebihan menjadi pemicu lain yang sangat kuat, terhadap terjadinya risiko kanker paru. Faktor kemiskinan sangat membuka jalan bagi orang-orang untuk bertindak bebas mengkreasikan makanan dengan cara yang salah. 

Mungkin Anda pernah melihat makanan yang dibuat dengan bahan dasar pewarna makanan, diganti dengan pewarna sepuhan dari pakaian. Kualitas harga bahan makanan yang dipasarkan terbilang murah, dan banyak dibeli oleh masyarakat. Ketidakmampuan masyarakat untuk membeli bahan makanan, membuat jalannya risiko penyebab kanker paru meningkat.

Gaya hidup yang mengarah ke negara barat, akan membuat masyarakat hidup secara instan dan terbiasa konsumsi makanan siap saji. Hal tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan, dan menimbulkan faktor risiko penyakit lain.

Aru Wisaksono Sudoyo menegaskan, dari sekian banyak pencegahan yang dilakukan, satu hal yang paling penting adalah edukasi. Edukasi diperlukan untuk memberikan pemahaman dan penanaman pengetahuan secara penuh kepada masyarakat. Pemerintah dapat memberikan layanan edukasi melalui kegiatan seminar, pendidikan, serta memperluas sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Edukasi berperan penuh untuk memberikan gambaran dan modal awal bagi masyarakat, supaya memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Dimulai dari kesadaran diri sendiri, dan memberikan edukasi kepada orang lain untuk kerjasama menciptakan lingkungan yang aman dan sehat. (Maharani Dwi Puspita Sari)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro