Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Banyak Masyarakat Indonesia Tidak Berpikir Rasional

Bisnis.com, JAKARTA - Yasraf Amir Piliang, pemikir sosial dan kebudayaan, menilai masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak berpikir secara rasional.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 30 Agustus 2013  |  02:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Yasraf Amir Piliang, pemikir sosial dan kebudayaan, menilai masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak berpikir secara rasional.

Menurut Yasraf, budaya konsumerisme masyarakat Indonesia masih banyak terjadi. Dia menyontohkan, meski krisis tahun 1998 bergejolak, hal tersebut tidak menyurutkan aktifitas orang untuk berbelanja.

"Bahkan sampai saat ini, budaya konsumerisme orang Indonesia sangat tinggi. Tak sedikit dari mereka lebih mementingkan kebutuhan sekunder," paparnya kepada Bisnis.

Contoh lain, paparnya, baru-baru ini konser musik band cadas papan atas, Metallica disambut histeris oleh puluhan ribu orang di gelora Bung Karno. “Kita bisa lihat, meski tiket mahal, tetapi orang masih banyak yang rela berdesak-desakan menonton,” ujarnya.

Menurutnya, cara berpikir masyarakat Indonesia tersebut dikalahkan oleh rasa emosi yang ada dalam diri mereka. Pengaruh perilaku konsumerisme, lanjutnya melekat dan bisa mengunci rasa sosial serta sense of crisis.

“Ini yang menjadi masalah, apabila sudah menjadi kultur seperti itu, maka kita tidak mudah untuk mengubahnya secara instan. Mesti ada perubahan struktural melalui pendidikan atau event-event tertentu tentang mengubah perilaku dan karakter bangsa,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masyarakat konsumen yasraf amir piliang rasional pemikiran
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top