RISIKO PERCERAIAN: Anda Seorang Istri? Janganlah Sampai Jatuh Sakit

Para peneliti dalam studi ini mencari hubungan antara pernikahan dengan empat penyakit serius seperti penyakit jantung, kanker, penyakit paru-paru, dan stroke.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Mei 2014  |  21:16 WIB
RISIKO PERCERAIAN: Anda Seorang Istri? Janganlah Sampai Jatuh Sakit
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi terbaru menyimpulkan risiko perceraian meningkat jika istri sakit.

Para peneliti dalam studi ini mencari hubungan antara pernikahan dengan empat penyakit serius seperti penyakit jantung, kanker, penyakit paru-paru, dan stroke.

Hasil penelitian menemukan, 31% perceraian terjadi selama penelitian dan 15% di antaranya karena istri menderita sakit.

 

"Ini berarti "jika perempuan mengalami sakit, pasangan lebih cenderung untuk bercerai," ujar Peneliti dari University of Michigan Institute for Social Research, Amelia Karraker, seperti dilansir LiveScience.
 

Menurut Karraker, penderita kronis itu pun meningkat dari waktu ke waktu dan yang lebih banyak mengidapnya adalah suami.

Untuk sampai pada hasil temuan ini, para peneliti menganalis 2.717 pernikahan yang telah berusia 20 tahun.

Pertama-tama mereka mewawancarai para pasangan suami istri ini, yang setidaknya salah satu dari mereka sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Dalam studi ini, para peneliti tidak memiliki informasi soal siapa yang mengusulkan perceraian.

Namun, studi sebelumnya menunjukkan, biasanya pihak istri yang melakukannya.

Penelitian ini juga tidak menjelaskan mengapa perceraian lebih mungkin terjadi ketika istri mengalami sakit, bukan suami.

" Namun, saat perempuan jatuh sakit, bisa jadi suami mereka tidak cukup menggantikan perannya. Akibatnya, mereka lebih cenderung mengandalkan teman-teman dan anggota keluarganya untuk merawat mereka," kata Karraker.

Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Population Association of America.(ant/yus)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kasus perceraian

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top