Ilustrasi/Bisnis.com
Fashion

Ternyata Stres Itu Penyakit Menular

Sepudin Zuhri
Jumat, 2 Mei 2014 - 00:24
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi baru dari Max Planck Institute for Cognitive and Brain Sciences dan Technische Universität Dresden menemukan bahwa stres dapat menular.

Seperti dilansir dari Times, Jumat (2/5/2014), tidak hanya berada di sekitar orang yang sedang stres secara fisik membuat Anda stres, tetapi penularan itu dapat berasal dari menonton video tertentu.

Melihat seseorang menguap pada kereta bawah tanah, dan Anda tahu ada kemungkinan cukup tinggi bahwa Anda akan menguap. Tetapi penelitian baru mengatakan bahwa ada penularan lain di luar sana bahwa Anda dapat menangkap hanya melalui pengamatan sederhana yaitu Stres.

Sebuah studi dari Max Planck Institute for Cognitive and Brain Sciences dan Technische Universität Dresden menemukan bahwa bahkan berada di sekitar orang yang stres, baik itu orang yang dicintai atau orang lain, memiliki kekuatan untuk membuat seseorang stres dengan cara yang terukur secara fisik.

"Fakta bahwa kita benar-benar bisa mengukur stres empatik ini dalam bentuk pelepasan hormon yang signifikan adalah menakjubkan," kata Veronika Engert, salah satu penulis studi tersebut.

Selama studi, subjek tes dipasangkan dengan orang yang dicintai dan orang asing dari lawan jenis dan kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberi pertanyaan aritmatika dan diwawancarai untuk menginduksi stres langsung. Kelompok 211 pengamat hanya mengamati tes dan wawancara melalui cermin satu-arah dan melalui transmisi video.

Seperti yang diharapkan, 95 % dari orang-orang yang ditempatkan di bawah stres langsung menunjukkan tanda-tanda stres. Tapi 26 % dari subjek mengalami peningkatan kortisol serta akibat dari stres empatik.

Dampak dari stres adalah sangat tinggi ketika subjek sedang mengamati pasangan romantis dalam situasi stres (40%), tetapi diterapkan pada orang asing juga (10%).

Ketika orang-orang tersebut menyaksikan peristiwa stres melalui cermin satu-arah, 30% mengalami respons stres.

24% lainnya dari mereka stres ketika mereka menyaksikan peristiwa terungkap di video. Hal yang dipelajari: berhati-hati ketika Anda sedang menonton televisi atau video.

Bahkan, program televisi menggambarkan penderitaan orang lain dapat mengirimkan stres ke pemirsa," kata Engert . "Stres memiliki potensi penularan yang sangat besar."

Penulis : Sepudin Zuhri
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro