Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NIKITA MIZANI: Seronok di Persidangan, KY Tegur Hakim

Komisioner Komisi Yudisial Taufiqurrahman Syahuri menyatakan pihaknya akan menegur hakim yang membiarkan artis Nikita Mirzani mengujungi sidang dengan berpakaian seronok.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  17:31 WIB
Artis Nikita Mizami. Kunjungi persidangan dengan pakaian seronok - Sodomi
Artis Nikita Mizami. Kunjungi persidangan dengan pakaian seronok - Sodomi

Bisnis.com, JAKARTA--Komisioner Komisi Yudisial Taufiqurrahman Syahuri menyatakan pihaknya akan menegur hakim yang membiarkan artis Nikita Mirzani mengujungi sidang  dengan  berpakaian seronok.

"Jadi jika hakim membiarkan orang yang berpakaian tidak patut hadir di sidang, hakim patut disalahkan jika tidak menegurnya," kata Taufiq di Jakarta, Selasa (2/12/2014)

Untuk itu, lanjut Taufiq, KY perlu menegur hakimnya karena tanggung jawab sidang ada di hakim. "Hakim harus berwibawa dan tegas," katanya.

Hal ini diungkapkan Taufiq menanggapi pemberitaan artis Nikita Mirzani saat menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan memakai baju putih menerawang dengan celana jeans robek, Senin (1/12).

"Jadi bukan cuma Nikita yang salah, hakimnya justru yang lebih salah kalau tidak menegurnya," tambah Taufiq.

Dia mengakui bahwa ini masih sebatas pemikirannya dan masalah ini akan dibawa ke rapat pleno seluruh komisioner KY.

"Ini tidak boleh dibiarkan karena akan membuat hakim lainnya akan lemah dan membiarkan kejadian ini kembali terjadi," katanya.

Terkait dengan sanksi yang diberikan, Taufiq mengatakan masih tergantung hasil rapat pleno. "Tergantung putusan besok," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sidang

Sumber : Antara

Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top