Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fast and Furious 7 Raup Pendapatan Rp1,8 Triliun di Pemutaran Perdana

Film Fast and Furious benar-benar spektakuler. Baru berumur sepekan sejak dirilis, film yang memuncaki box office AS ini telah meraup pendapatan sebesar US$143,6 juta atau setara dengan Rp1,8 triliun dari 4.004 bioskop se-AS.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 April 2015  |  07:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Film Fast and Furious   benar-benar spektakuler. Baru berumur sepekan sejak dirilis, film yang memuncaki box office AS ini telah meraup pendapatan sebesar US$143,6 juta atau setara dengan Rp1,8 triliun dari 4.004 bioskop se-AS.

Pemasukan itu menjadikannya film terbesar kesembilan sepanjang masa, menggeser pemegang rekor sebelumnya "Captain America: The Winter Soldier." Film terakhir ini dibuka dengan US$95 juta tahun lalu.

Sekuel Fast and Furious 7 makin tinggi popularitasnya sejak tiga film terakhir. Meledaknya Fast and Furious 7 tersebut juga tidak terlepas dari minat penonton yang ingin melihat film terakhir Paul Walker. Aktor ini meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada November 2013, sebelum film selesai dibuat.

Musibah itu membuat produksi Fast and Furious 7 sempat dihentikan sementara oleh Universal. Mereka ragu apakah film itu akan dilanjutkan atau tidak. Tim akhirnya memutuskan untuk menunda rilis, dari semula yang dijadwalkan pada Juli 2014.

“Mungkin kematian Paul menciptakan rasa penasaran, tapi pada saat yang sama, cocok dengan dengan kelanjutan keseluruhan sekuel Fast and Furious," kata Nick Carpou, Presiden Universal distribusi dalam negeri yang dilansir Huffington Post, akhir pekan lalu (5/4/2015).

Pada rilis yang dibuat Rentrak, posisi kedua box office dihuni film animasi produksi DreamWorks, Home, yang meraup uang US$27,4 juta.

Posisi ketiga adalah film Get Hard meraup sekitar US$12,9 juta, sementara Cinderella dan The Divergent Series: Insurgent menempati posisi empat dan lima dengan US$10,3 juta dan US$10 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film Fast and Furious

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top