Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuaca Ekstrem Sebabkan Kandungan Racun Dalam Tanaman Pangan Meningkat

Para ilmuwan memperingatkan meningkatnya cuaca ekstrem mempengaruhi tanaman pangan untuk memproduksi lebih banyak kandungan kimia yang dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia dan ternak yang mengkonsumsinya.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 31 Mei 2016  |  10:56 WIB
Cuaca Ekstrem Sebabkan Kandungan Racun Dalam Tanaman Pangan Meningkat
Ilustrasi - Bisnis/yn

Bisnis.com, NAIROBI - Para ilmuwan memperingatkan meningktanya cuaca ekstrem mempengaruhi tanaman pangan untuk memproduksi lebih banyak kandungan kimia yang dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia dan ternak yang mengkonsumsinya.

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP) menyebutkan bahwa tanaman pangan seperti gandum dan jagung menghasilkan senyawa kimia beracun sebagai reaksi untuk melindungi diri dari cuaca ekstrem.

Senyawa kimia yang dihasilkan tumbuhan sebagai bentuk perlindungan diri ini dilaporkan berbahaya bagi manusia dan hewan jika dikonsumsi dalam waktu lama.

“Tanaman merespons kekeringan dan meningkatnya temperatur sama seperti yang dilakukan manusia ketika menghadapai stress,” kata Jacquiline McGlade, Kepala ilmuwan dan direktur Division of Early Warning and Assessment (Peringatan Dini dan Penilaian) UNEP.

Dalam kondisi normal, misalnya, tanaman mengkonversi nitrat yang diserap menjadi asam amino dan protein yang bergizi. Namun, kekeringan berkepanjangan memperlambat atau mencegah terjadinya konversi ini dan berujung pada terbentuknya penumpukan nitrat dalam tanaman.

Jika manusia mengkonsumsi terlalu banyak nitrat, maka hal ini dapat mempengaruhi kemampuan sel darah merah untuk membawa dan menyebarkan oksigen di dalam tubuh.

Adapun jenis tanaman yang rentan melakukan penumpukan nitrat akibat stres adalah jagung, gandum, jelai, kacang kedelai, millet dan sorgum.

Asam prussic - salah satu bahan yang digunakan dalam beberapa jenis senjata kimia - mengganggu aliran oksigen pada manusia. Bahkan paparan jangka pendek dapat melemahkan.

Menurut laporan tersebut, tanaman seperti umbi singkong, rami dan jagung merupakan yang paling rentan terhadap akumulasi asam prussic.

McGlade mengatakan kasus keracunan hindrogen sianida dan nitrat pernah dilaporkan terjadi di Kenya pada 2013 dan Filipina pada 2005. Di Kenya, dua anak dilaporkan meninggal setelah  mengkonsumsi umbi singkong yang mengandung asam prussic tinggi setelah terjadinya curah hujan ekstrem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beracun tanaman pangan Cuaca Ekstrim

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top