Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiga Agenda Dibahas Dalam Rumusan Zero Draft New Urban Agenda

Sebagai tuan rumah PrepCom3 for United Nation (UN) Habitat III, Indonesia sangat berperan penting dalam merumuskan agenda perkotaan dunia 20 tahun ke depan. Sejumlah ide ditawarkan Indonesia untuk dinegosiasikan dalam perumusan Zero Draft New Urban Agenda di Surabaya 25-27 Juli 2016.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 Juli 2016  |  23:59 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, Surabaya - Sebagai tuan rumah PrepCom3 for United Nation (UN) Habitat III, Indonesia sangat berperan penting dalam merumuskan agenda perkotaan dunia 20 tahun ke depan. Sejumlah ide ditawarkan Indonesia untuk dinegosiasikan dalam perumusan Zero Draft New Urban Agenda di Surabaya 25-27 Juli 2016.

Ada tiga hal yang akan masuk dalam agenda pembahasan pertemuan di Surabaya, antara lain tata kelola perkotaan (urban governance), perencanaan perkotaan (urban planning), dan pendanaan perkotaan (urban financing). Ketiganya merupakan elemen penting dalam pembahasan mempersiapkan New Urban Agenda yang akan diadopsi dalam perkotaan dunia.

Indonesia juga sudah mempersiapkan diri untuk menawarkan ide-ide dalam agenda ini, setelah sebelumnya melakukan roadshow ke 8 kota besar di Indonesia pada April-Juni 2016 yaitu Semarang, Denpasar, Yogyakarta, Solo, Pelambang, Makassar, Bandung, dan Jakarta. Dalam roadshow tersebut para stakeholder, baik itu dari pemerintah daerah, swasta, masyarakat maupun para pakar dilibatkan dalam memberikan sumbangsih saran.

Dwityo A Soeranto, Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengungkapkan Indonesia mengajukan masukan dalam agenda baru perkotaan karena memiliki pengalaman juga dalam pembangunan perkotaan.

“Misalnya, Kampung Improvement Program di Surabaya, di negara lain mungkin tidak ada program seperti itu, bagaimana kita mempertahankan kampung supaya kampungnya tetap bersih dan sehat,” jelasnya menurut keterangan resminya Senin (25/7)
. .
Mengenai isu infrastruktur, pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR sendiri sudah memiliki target nasional 100-0-100 yang tercantum dalam rancangan RPJMN 2015-2019 yakni target 100% akses air minum aman, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak.

PrepCom3 merupakan pertemuan persiapan terakhir dalam merumuskan kesepakatan dalam perumusan New Urban Agendayang sebelumnya digelar di New York pada 17-18 September 2014 (PrepCom1), lalu PrepCom2 diselenggarakan Nairobi, Kenya pada 14-16 April 2015. Hasilnya akan dibawa konferensi utama Habitat III di Quito, Ekuador pada 17-20 Oktober 2016.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkotaan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top