Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apa Saja Penyebab Kerutan di Wajah?

Setiap perempuan pasti ingin tampil sempurna. Kecantikan menjadi tuntutan pertama bagi seorang perempuan agar terlihat menarik bagi yang melihatnya.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 23 September 2016  |  06:06 WIB
Proses perawatan wajah untuk mengurangi kerutan - Atiqa Hanum
Proses perawatan wajah untuk mengurangi kerutan - Atiqa Hanum

Bisnis.com, JAKARTA—Setiap perempuan pasti ingin tampil sempurna. Kecantikan menjadi tuntutan pertama bagi seorang perempuan agar terlihat menarik bagi yang melihatnya.

Co-founder 8th Avenue Clinic Jessy Hartono mengungkapkan kerutan di wajah menjadi suatu gangguan bagi seorang perempuan. Ada dua tipe kerutan, yakni kerutan mendalam (deep) dan kerutan lemah (soft).

“Kerutan yang dalam suka terlihat dilipatan pipi dan bibir dekat hidung ketika seseorang tersenyum atau disamping mata, sedangkan yang soft dapat terjadi di area bawah mata,” paparnya saat wawancara di 8th Avenue Clinic, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Kerutan, jelasnya, bisa muncul akibat dari proses penuaan dimana elastisitas kulit semakin lama semakin berkurang. Oleh karena itulah, seseorang yang sudah tua kulitnya mengalami penurunan seperti layu.

“Namun ini bisa terjadi pada orang yang belum tua tapi sudah mengalami kerutan dimana pada saat senyum kulit tidak kembali ke tempat semula. Apabila kulitnya sehat dia akan berkontraksi dan kembali ke semula,” paparnya.

Jessy menerangkan kerutan juga bisa terjadi akibat gaya hidup yang tidak baik seperti kegiatan berjemur tanpa sun blocked, beraktifitas sepanjang hari di luar ruangan, kurangnya istirahat secara terus-menerus akan membuat kulit mengerut.

“Jangan salah dari makanan juga bisa seperti mengasumsi goreng-gorengan atau junk food juga bisa mempercepat kerutan karena nutrisinya tidak ada dari makanan tersebut. Makanya minimal orang harus minum air putih 2 liter sehari,” ungkap Jessy yang juga sebagai dokter kecantikan.

Minum minuman beralkohol, Jessy mengungkapkan, juga bisa membuat kerutan pada wajah. Gaya hidup seperti sauna tidak disertai dengan minum yang banyak pun juga bisa membuat kerutan di kulit.

“Zaman sekarang orang-orang yang belum berusia 30 kadang merasa malu untuk periksakan kerutan, masa sih saya ada kerutan kan belum 30. Tapi jangan salah, walaupun usia Anda 20, tapi usia kulit Anda belum tentu 20 juga,” tegasnya.

Selain memakai sun blocked dengan SPF 15-30, Jessy menyarankan untuk periksakan kondisi kulit dan lakukan treatment untuk membuat kulit tetap sehat. Apabila sudah muncul kerutan sekali pun bisa langsung dilakukan treatment lebih lanjut.

“Untuk menghilangkan kerutan saat ini terkenal dengan treatment filler dengan injection. Namun, kami kini menghadirkan suatu terapi baru yang tidak memerlukan injection yakni hanya dengan mengoles saja dalam waktu 14 hari sudah terlihat hasilnya,” katanya.

Kandungan yang ada dalam produk tersebut, lanjutnya, sama seperti filler injection namun molekulnya dikecilkan sehingga bisa terserap ke bawah kulit.

“Produk baru kami cukup dioleskan saja. Teknologi yang canggih menciptakan produk yang mengecilkan molekulnya sehingga lebih smooth, kalau yang konvensional mesti injection kan,” bebernya.

Dia menambahkan dengan terapy baru milik 8th Avenue, pasien bisa membawa pulang produk tersebut dan memakai sendiri di rumah tanpa harus bolak balik ke klinik. Pemakaiannya pun cukup di daerah yang terlihat kerutan dan hanya tipis sekali.

“Kami menghadirkan terapi yang no pain, no injection, no down time. Jadi ini solusi mudah sekali dan tidak ada efek samping. Namun, pemakaian produk ini tidak dijual bebas dan berada dalam pengawasan kami,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produk kecantikan kecantikan klinik tips cantik perawatan wajah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top