Ilustrasi/Reuters-Toby Melville
Fashion

Tips Agar Orang Introver Tak Canggung Saat Berpesta

Wike Dita Herlinda
Sabtu, 12 November 2016 - 14:30
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang akhir tahun, musim pesta mulai datang. Mulai dari pesta kostum Halloween, peringatan Thanksgiving bagi yang merayakan, peringatan Hari Ibu, hingga selebrasi Natal dan Tahun Baru.

Bagi mayoritas orang, pesta merupakan saat-saat yang menyenangkan di mana mereka bebas mengekspresikan diri, mengenakan pakaian yang indah-indah, makan enak, serta berkumpul dan bersosialisasi bersama teman atau keluarga besar.

Namun, ada juga sekelompok orang yang merasa pesta sebagai momentum horor. Mereka gelisah saat membayangkan harus datang ke acara, bertemu banyak orang, melakukan selebrasi, dan terpaksa bersosialisasi.  

Jika Anda termasuk ke dalam kelompok orang yang demikian, besar kemungkinan Anda adalah seorang introver. Kalangan ini mendominasi hanya 30% dari populasi dunia. Itu artinya, kaum introver ‘dipaksa’ hidup di dunia yang didominasi orang-orang ekstrover.

Namun, bukan berarti introver adalah kaum yang tidak normal. Perlu diketahui, orang-orang introver bukannya tidak suka bersosialisasi. Hanya saja, mereka lebih menyukai interaksi sosial yang melibatkan kelompok kecil yang lebih intim, bukan banyak orang.

Berbeda dengan kalangan ekstrover yang merasa hidupnya lebih berwarna dan bergairah jika berinteraksi dengan banyak orang, kaum introver justru menemukan gairah hidupnya di dalam aktivitas yang sifatnya lebih soliter.

Bagi para introver, berinteraksi dengan orang tak dikenal, bersosialisasi dalam kelompok besar, atau terlibat obrolan beramai-ramai bisa menjadi sebuah hal yang canggung. Itulah sebabnya, kebanyakan dari mereka menganggap pesta sebagai ‘mimpi buruk’.

Para introver cenderung lebih sulit mengekspresikan apa yang mereka inginkan atau butuhkan. Namun, mereka lebih mudah memahami apa yang dibutuhkan oleh orang lain. Sebaliknya, terkadang kaum ekstrover tidak bisa memahami kemauan kaum introver.

Psikolog dari Leadership & Organization Development Larry Richard menjelaskan berbagai studi mengindikasikan bahwa kaum introver secara alamiah mengembangkan lebih banyak stimulasi elektrik di bagian neo cortex dan membakar glukosa yang lebih banyak.

Untuk bisa melakukan hal itu, mereka memerlukan energi yang lebih besar. Secara ilmiah, hal itu menjelaskan mengapa orang-orang introver bisa merasa begitu kelelahan saat berpesta, sedangkan kaum ekstrover justru ingin melanjutkan pesta sampai pagi.

“Orang introver terlahir dengan otak yang memproduksi lebih banyak stimulus ketimbang orang ekstrover. Tugas stimulus itu adalah untuk menakar apa yang keluar dan masuk ke otak, tanpa bantuan stimulus dari luar,” terang Larry, dikutip dariReuters.

Sebaliknya, orang ekstrover mendapatkan stimulusnya dari luar. Misalnya dari bersosialisasi dengan teman atau pergi beramai-ramai. Mereka lebih cenderung mengundang banyak teman untuk bersenang-senang. Sedangkan para introver bisa bersenang-senang meski sendirian.

Lantas, bagaimana seorang yang introver bisa melalui musim pesta dengan mulus, tanpa merasa canggung, cemas, gelisah, atau kelelahan saat dipaksa bersosialisasi dalam kelompok besar?

MENGHADAPI PESTA

Larry mengatakan berbagai hal yang bisa dilakukan par introver adalah belajar cara bernafas, fokus, dan meditasi. Namun, pada dasarnya para introver tidak bisa dipaksakan untuk berubah sikap seperti layaknya seorang ekstrover.

Oleh karena itu, saat berada di pesta, ambilah waktu sejenak untuk rehat dari hiruk pikuk manusia. Misalnya dengan berdiam diri di toilet beberapa saat untuk mengumpulkan energi lagi. Bagi introver, momen sendirian itulah yang dapat me-recharge mereka.

Bisa juga dengan mencari orang lain yang juga terlihat sendirian. Perkenalkan diri Anda dan buka obrolan sederhana. Besar kemungkinan Anda akan mendapat respons dan interaksi yang lebih personal ketimbang memaksakannimbrung dalam obrolan beramai-ramai.

Jika Anda sudah tahu bahwa datang ke pesta akan mengundang perasaan tidak nyaman, belajarlah untuk menolak undangan. Kebanyakan introver sulit mengungkapkan penolakan terhadap ajakan, meskipun sebenarnya mereka tidak ingin datang.

“Belajarlah berkata ‘Terima kasih atas ajakannya, saya pasti akan datang kalau tidak ada rencana lain hari itu’.Nah, yang disebut ‘rencana lain’ itu bisa saja menghabiskan waktu membaca buku, menggambar, atau berdiam di rumah. Anda tidak perlu harus mengungkapkan alasan itu. Kuncinya adalah buatlah penolakan Anda terkesan seperti sebuah keputusan dan bukan permintaan maaf,” kata Larry.

Kepala Ruckus Advertising and Public Relations Jacksonville, Susan Masucci, menambahkan pada dasarnya kaum introver adalah para pendengar yang baik dan cenderung lebih sukses menjadi pebisnis.

“Sebab mereka tidak akan berbicara lebih banyak ketimbang klien, sehingga klien merasa dihargai dan tidak digurui. Para introver juga lebih suka menyendiri untuk memperkaya diri dengan belajar atau latihan, ketimbang ekstrover,” kata Susan.

Kembali lagi ke persoalan menghadapi pesta, Susan berpendapat tidak selamanya orang introver harus menolak undangan untuk menghindar dari bersosialisasi. Boleh saja menerima ajakan sebagai bentuk perhatian pada pengundang.

“Namun, tidak perlu terlalu sering menyanggupi ajakan. Boleh juga kokAnda pulang lebih awal atau bergaul di dalam kelompok kecil ketika sedang di pesta. Tidak perlu sepenuhnya menghindari ajakan untuk berpesta,” tegasnya.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro