Indonesia Kita Persembahkan Laskar Bayaran di Taman Ismail Marzuki

Program Indonesia Kita 2017 bertema 'Lintas Benua, Silang Budaya‘ kembali menampilkan karya terbarunya di atas panggung dengan Iakon Laskar Bayaran.
Ramdha Mawaddha | 26 Agustus 2017 21:19 WIB
Taman Ismail Marzuki - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA-- Program Indonesia Kita 2017 bertema 'Lintas Benua, Silang Budaya‘ kembali menampilkan karya terbarunya di atas panggung dengan Iakon Laskar Bayaran.

Produksi ke-25 Indonesia Kita ini dipentaskan pada 25 dan 26 Agustus 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sutradara dan penulis naskah Agus Noor mengatakan, lakon Laskar Bayaran akan menjadi pertunjukan yang beda. Kali ini, Indonesia Kita, mengundang Putu Fajar Arcana untuk ikut terlibat dalam proses kreatif pementasan ini.

Lakon kali ini, tambah Agus, adalah ragam bentuk, gaya panggung dan cerita dan akan dipentaskan secara lebih modern dengan tata artistik yang kuat.

"MeIaIui tiga generasi Sidia akan terIihat bagaimana wayang berkembang dari generasi ke generasi," ujar Agus dalam keterangan pers, Sabtu (26/08/2017).

Menurut Agus, sebagai rekaman sejarah dan kebudayaan, wayang merupakan satu wujud nyata yang unik dan autentik dari Lintas Benua, Silang Budaya. Dimana kisah wayang bermula dari kisah Mahabarata dan Ramayana dan mengalami perkembangan gagasan dan tafsir dari waktu ke waktu.

"Sejarah wayang yang panjang telah menandai proses akulturasi dari generasi ke generasi dengan beragam pendekatan kebudayaan," ujarnya.

Lakon ini menampilkan I Made Sidia, seorang dalang wayang asal Bali dan merupakan sosok yang dapat menggambarkan bagaimana wayang dapat dipresentasikan secara modern tanpa menghilangkan filosofinya.

Mengikuti jejak I Made Sidja alias Bapa Sidja, sang ayah yang sudah dikenal lama sebagai seniman Bali, I Made Sidia dan kini juga anaknya, l Kadek Sugi Sidiarta, akan merespons wayang dengan teknik yang berbeda.

Penampilan lakon ini dimeriahkan oleh penampilan Lola Amaria, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Agung Ocha dan sejumlah pemain pendukung lainnya.

Tag : seni budaya, seni budaya, taman ismail marzuki
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top