Anggapan Perut Buncit Tanda Kemakmuran Masih Relevan?

Benarkah mitos perut buncit sebagai tanda kemakmuran masih relevan saat ini dan tidak perlu ditakuti?
Kurniawan A. Wicaksono | 29 Agustus 2017 18:15 WIB
Ilustrasi - fitnessformen.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Benarkah mitos perut buncit sebagai tanda kemakmuran masih relevan saat ini dan tidak perlu ditakuti?

Faktanya, menurut data Kementerian Kesehatan, orang dengan lingkar pinggang besar membawa risiko penyakit tidak menular (PTM). Untuk perempuan, lingkar pinggang besar ini jika lebih dari 80 centimeter, sedangkan untuk pria lebih dari 90 centimeter.

Apalagi, pada saat ini, di pelayanan kesehatan, jumlah PTM sudah lebih banyak dan menggeser jumlah penyakit menular. Hal tersebut terjadi sebagai akibat perubahan pola hidup masyarakat yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi buah serta sayur.

“PTM sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan pola hidup sehat,” ujar Kepala Bagian Hubungan Media dan Lembaga Biro Komunikasi Kemenkes, Indra Rizon, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes, Selasa (29/8/2017).

Permasalahan PTM ini, lanjut dia, harus diatasi sejak di hulu. Pasalnya, bila tidak diatasi, berapapun anggaran kesehatan akan tetap habis terserap untuk biaya penanggulangan PTM yang sangat besar.

Upaya preventif dan promotif bisa dilakukan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang saat ini berfokus pada kegiatan perbanyak makan buah dan sayur, rajin aktifitas fisik, dan cek kesehatan secara berkala.

Tag : perut buncit, kemenkes
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top