WABAH DIFTERI : Masyarakat Diimbau Lengkapi Imunisasi Anak

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak demi mencegah penyakit difteri yang saat ini mewabah di 20 provinsi di Indonesia.
Newswire | 07 Desember 2017 15:10 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MATARAM -Imunisasi menjadi salah satu cara terbaik untuk menghindarkan anak dari penularan difteri.

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak demi mencegah penyakit difteri yang saat ini mewabah di 20 provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Kamis (7/12/2017), mengatakan meskipun hingga saat ini kasus penyakit difteri di Kota Mataram dan NTB pada umumnya belum ditemukan, upaya antisipasi harus tetap dilakukan.

"Pasalnya, penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa setidaknya di 20 provinsi," katanya.

Penyakit difteri, menurutnya, bisa dicebah dengan imunisasi DPT sebanyak tiga kali yakni pada umur 2 bulan, 3 bula dan 4 bulan, untuk menunjang kekebalan tubuh.

Imunisasi DPT merupakan salah satu bentuk vaksinasi yang wajib diberikan kepada bayi bawah lima tahun (balita), karena penyakit difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

"Oleh karena itu, pemberian imunisasi DPT sebaiknya tidak dilewatkan," katanya.

Menurutnya, salah-satu penyebab munculnya penyakit difteri karena kekebalan tubuh anak kurang, sebab sesuai dengan pernyataan dari Menteri Kesehatan menyebutkan cakupan imunisasi anak di Indonesia di bawah 95%.

"Itulah yang menjadi sumber peluang terjadinya penyakit difteri. Untuk itu masyarakat harus antusias membawa anak-anaknya ke layanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi lengkap," katanya.

Pasalnya ketika bakteri corynebacterium diptheriae sudah melekat ke gigi, maka bisa menutup saluran pernafasan sehingga anak gagal nafas dan meninggal. Bahkan ada juga yang efeknya ke jantung.

"Kita berharap kasus penyakit difteri tidak akan pernah ditemukan di NTB. Ayo imunisasi anak ke posyandu dan pelayanan kesehatan terdekat," katanya.

Selain itu, Usman juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan masyarakat sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
difteri

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top