Slank Jadi Duta Perlindungan WNI di Luar Negeri

Grup band Slank dinobatkan menjadi Duta Perlindungan Warga Negara Indonesia 2017 oleh Kementerian Luar Negeri.
Newswire | 20 Desember 2017 00:49 WIB
Slank - Bisnis.com/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Grup band Slank dinobatkan menjadi Duta Perlindungan Warga Negara Indonesia 2017 oleh Kementerian Luar Negeri.

"Meskipun Slank ini mengusung genre musik rock, keras, ternyata hati mereka lembut dan mudah tergugah. Mereka punya kepedulian tinggi dan ingin melakukan sesuatu untuk perlindungan warga kita di luar negeri," kata Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (19/12/2017) malam.

Menlu mengumumkan penobatan Slank sebagai Duta Perlindungan WNI bertepatan dengan penganugerahan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) 2017 yang diselenggarakan di Jakarta.

Menurut Menlu, penobatan Slank sebagai duta juga didasari pentingnya meningkatkan perhatian publik dalam upaya melindungi WNI di luar negeri sekaligus upaya pencegahan berbagai kejahatan dari dalam negeri.

Kaka Slank, mewakili anggota lainnya, mengaku bangga telah dipilih dan dinobatkan sebagai Duta Perlindungan WNI dan membuat mereka tertarik belajar lebih banyak lagi tentang upaya perlindungan WNI.

"Kemarin teman-teman staf sudah ngabarin kami dan kami memang terharu, dan rasanya tepat kita jadi duta karena basically kita sering `traveling` ke luar negeri dan bertemu WNI di luar negeri," ujarnya.

Kaka menambahkan Slank akan memanfaatkan gelar Duta Perlindungan WNI sebagai sarana silaturahmi dan meningkatkan kepedulian para WNI di luar negeri serta yang berencana ke luar negeri untuk jalan-jalan, bekerja atau belajar agar lebih memperhatikan keselamatan masing-masing dan sesama WNI.

Dalam acara penganugerahan HWPA 2017, Slank juga tampil membawakan lagu Ku di Negeri Orang yang terinspirasi dari kisah tenaga kerja wanita (TKW) yang mereka temui saat manggung di Hong Kong.

Penganugerahan HWPA 2017 diberikan kepada 18 institusi baik pemerintah maupun masyarakat dan perorangan dalam tujuh kategori.

HWPA diselenggarakan Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu RI sejak 2015 dengan memakai nama diplomat ulung dan mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang saat menjabat pada periode 2001-2009 berhasil membentuk Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia.

Tag : slank
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top