Formula Ini Bisa Bentuk Badan Atletis

Memang upaya itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh latihan dan proses dengan sungguh-sungguh dan rutin.
Asteria Desi Kartika Sari | 05 Februari 2018 21:59 WIB
Ilustrasi - fitnessformen.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Memiliki badan atletis bisa jadi dambaan banyak orang dan bakal meningkatkan rasa percaya diri saat tampil di depan publik.

Memang upaya itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh latihan dan proses dengan sungguh-sungguh dan rutin.

Melatih otot di tempat gym paling banyak dilakukan, apalagi disertai dengan suplemen fitness untuk mempercepat pembentukan otot. Pergi ke tempat fitness tentu tidak gratis bahkan cukup menguras dompet, maka tak banyak orang bisa melakukan.

Kalau bujet terbatas, Anda tidak usah putus asa. Memiliki tubuh atletis tidak harus melakukan gym di tempat fitness, latihan pembentukan otot atau badan dapat dilakukan di rumah. Asalkan ada kemauan, memiliki badan atletis tetap bisa Anda wujudkan.

Dokter spesialis kesehatan dan olahraga Rumah Sakit Royal Progress Rika Haryono menuturkan, banyak orang awam alias bukan atlet yang memiliki badan yang bagus karena mereka intensif olahraga.

“Kalau mau memiliki [bentuk] badan yang ideal, ya, harus berolahraga,” tutur Rika usai gathering media Rumah Sakit Royal Progress.

FORMULA FITT

Rika menyebut rumus FITT, yang merupakan formula untuk olahraga. Artinya, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan olahraga.

F pertama adalah frekuensi olahraga. Umumnya, orang memiliki frekuensi olahraga paling tidak mencapai tiga sampai lima kali dalam satu minggu.

Kedua, I atau intensitas. Ada tiga intensitas olahraga yakni rendah, sedang, dan tinggi.

Ketiga, T atau time, waktu berolahraga pada umumnya dapat dimulai paling tidak 15 menit. “Misalnya jarang berolahraga biasanya untuk awal bisa dimulai dengan olahraga 15 menit, kemudian nanti bisa ditambah, tapi tidak lebih dari 1 jam,” jelasnya.

Keempat, T atau tipe, yakni jenis olahraga yang dipilih. Rika menuturkan tipe olahraga dapat dipilih sesuai dengan kesukaan masing-masing supaya menambah semangat. Misalnya, renang, lari, bulu tangkis, sepak bola, bersepeda atau bahkan angkat beban.

Cara tersebut dapat mengawali program pembentukan badan seseorang. Pasalnya, dengan olahraga dapat membakar lemak yang menumpuk pada tubuh. Selain itu, dapat menghilangkan sumber penyakit melalui keringat yang dikeluarkan saat olahraga.

Setelah olahraga untuk membakar lemak, anda dapat melakukan latihan pembentukan otot seperti melakukan push up, chair dips, pull up, ataupun sit up. Kesibukan seharusnya bukan menjadi alasan melakukan kegiatan tersebut, karena anda dapat melakukanya dengan mudah di sela-sela waktu kerja.

“Kalaupun kita pegal-pegal jangan berhenti latihan. Hari ini pegal, satu minggu kita nunggu sampai dia hilang sendiri, itu nggak bisa,” jelasnya.

Dia mengatakan, timbulnya rasa pegal adalah sebagai akibat dari proses kimia asam laktat pada otot yang terjerat. Justru rasa pegal tersebut dapat dihilangkan dengan banyak bergerak. “Itu akan cepat hilang kalau kita gerak dibandingkan kalau kita diam saja,” kataya.

JANGAN BERLEBIH

Rajin olahraga memang dianjurkan, namun juga jangan berlebihan. Dia mengatakan istirahat juga tetap dibutuhkan supaya tubuh yang sering berlatih dapat berkembang dan membentuk otot yang kuat.

Biasanya dianjurkan istirahat selama 8 jam untuk mengoptimalkan hasil latihan sehingga badan menjadi atletis. “Istirahat tetap harus, jangan ngoyo [berlebihan] juga, yang penting tiga sampai lima hari terpenuhi,” katanya.

Tak cukup dengan latihan dan olahraga, asupan nutrisi bagi tubuh harus menjadi perhatian. Protein merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan otot.

Penuhi juga kebutuhan karbohidrat dan lemak sebagai tenaga utama dalam beraktivitas. Pada intinya, pola makan sehat tetap menjadi bagian yang penting.

Tag : olahraga, perangkat fitnes digital
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top