Roh Projects Usung Karya Perupa Uji "Hahan" Handoko Eko Saputro

Art space Roh Projects menggelar pameran tunggal perupa Uji "Hahan" Handoko Eko Saputro yang bertajuk Wall Street Gymnastic. Pameran yang bertempat di Equity Tower, Jakarta ini direncanakan berlangsung hingga 20 Februari 2018.
Ilman A. Sudarwan | 13 Februari 2018 19:54 WIB
Lukisan abstrak karya Ar. Soedarto - Dokumentasi Pribadi

Bisnis.com, JAKARTA - Art space Roh Projects menggelar pameran tunggal perupa Uji "Hahan" Handoko Eko Saputro yang bertajuk Wall Street Gymnastic. Pameran yang bertempat di Equity Tower, Jakarta ini direncanakan berlangsung hingga 20 Februari 2018.

Hanan merupakan seniman kelahiran Kebumen dan tumbuh di Yogyakarta. Dia lulus dari Jurusan Pembuatan Karya Cetak, Fakultas Seni, Institut Seni Yogyakarta pada 2009. Dia pernah mengikuti beberapa program residensial di luar negeri seperti Australia dan Seoul.

Seluruh karya Hahan yang dipamerkan dalam pameran ini dikuratori oleh tim kurator yang dikepalai oleh Direktur Roh Projects Jun Tirtadji.

Jun mengatakan karya seni Hanan menjadi menarik karena konsisten berangkat dari observasi dan kritik terhadap lingkungan sosiopolitik di sekitarnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, Hahan mulai fokus menghadirkan kritik tentang bagaimana nilai berkarya dalam ekosistem seni kontemporer. Semua itu dituangkan melalui karya yang sebagian dipamerkan di Roh Project.

Kali ini para pencinta seni dapat melihat karya Hahan dalam lima bentuk mulai dari instalasi, bordir, patung, media campuran, dan gambar.

Sesuai dengan topik pameran, hampir seluruh karyanya diselipkan simbol olah raga dan atlet.

Pada intalasi berjudul Only Shooting Blue Chip Artist (Soldtobe), dia menggabungkan simbol mata uang Yuan, Euro, dan Dolar dengan bentuk ring basket.

Instalasi tersebut digabungkan dengan instalasi lain berupa 10 bola yang berjudul "Theorem #1-15".

"Simbol atletik [olahraga] saya gunakan sebagai analogi yang mencerminkan kesamaan antara seniman dan atlet, di mana sifat temporer atas capaiannya sama-sama berganti secara cepat, Tuntutan produktivitasnya adalah selalu terdepan dan inovatif, dan capaian yang diukur secara numerik ," jelasnya.

Hanan juga menambahkan kesamaan antara seniman dan atlet terletak pada kehadiran agen-agen untuk para atlet dan seniman.

Kehadiran agen untuk kedua profesi tersebut dinilai berfungsi sama yakni melegitimasi dan membentuk nilai atlet dan seniman.

Saat ini dia tercatat sebagai seniman yang menjalin kerja sama dengan Roh Projects untuk menampilkan karya-karya seni kontemporer berkualitas untuk pencinta seni di Indonesia.

Tag : seni rupa kontemporer, pameran lukisan
Editor : Diena Lestari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top