Bayi Terancam Buta Akibat ROP, Begini Cara Penanganan Dokter

Pertumbuhan pembuluh darah bayi yang lahir prematur dan terpajan oksigen tinggi akan terhenti dan dapat terjadi kelainan jaringan berupa timbulnya pembuluh darah retina baru yang tidak normal (neovaskularisasi).
Yoseph Pencawan | 27 Februari 2018 15:08 WIB
Bayi prematur - antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan pembuluh darah bayi yang lahir prematur dan terpajan oksigen tinggi akan terhenti dan dapat terjadi kelainan jaringan berupa timbulnya pembuluh darah retina baru yang tidak normal (neovaskularisasi).

Neovaskular ini dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan ke dalam rongga mata (vitreus) atau tarikan pada retina hingga terlepas (retinal detachment).

"Kondisi ini disebut sebagai Retinopathy of Prematury (ROP) yang berpotensi menyebabkan kebutaan permanen pada bayi," tutur Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic JEC @ Kedoya, belum lama ini.

Karena itu diperlukan screening berkala setiap 6 bulan sampai bayi berusia 3 tahun. Dan untuk mencegah kebutaan akibat ROP, perlu koordinasi antara dokter spesialis anak dengan dokter mata.

Kebutaan permanen akibat ROP sebenarnya dapat dicegah dengan tindakan medis tertentu, apabila kondisi ini dideteksi secara dini dan penanganannya tergantung pada derajat penyakit.

Pada ROP derajat ringan seringkali tidak perlu dilakukan terapi, tetapi observasi ketat tetap diperlukan. Pada kondisi ROP lebih berat dapat dilakukan tindakan krioterapi pada daerah retina yang mengalami kerusakan.

Dengan begitu, sebagian besar retina yang masih sehat dapat diselamatkan. Adapun tindakan bedah retina dapat dilakukan pada ROP yang sangat berat, tetapi keberhasilannya sangat relatif.

Lebih lanjut dia memaparkan, deteksi dini yang akurat memerlukan keahlian dan alat-alat khusus. Dan selain pemeriksaan konvensional dengan oftalmoskopi, pemeriksaan retina pada bayi prematur juga dapat dilakukan dengan RetCam (Retinal Camera).

RetCam adalah alat non invasif berupa kamera digital yang dapat melihat dan merekam langsung retina bayi sehingga tim dokter dapat menganalisa dan merencanakan tindakan yang lebih tepat.

Kelebihan Retcam lainnya adalah dapat mendeteksi bayi atau anak-anak yang diduga menderita kelainan retina, selain ROP, seperti toksopiasma dan retinoblastoma (tumor mata ganas pada anak-anak).

Pemeriksaan retina pada bayi prematur dapat dilakukan mulai usia 2-4 minggu setelah kelahiran. Apabila bayi masih berada dalam inkubator, pemeriksaan dengan RetCam dapat dilakukan di dalam inkubator.

Tag : penyakit mata
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top