Atasi Gejala Neuropati dengan Konsumsi Kombinasi Vitamin

Hasil studi Klinis 2018 NENOIN (Penelitian Non-intervensi dengan vitamin neurotropik) mengenai efikasi penggunaan kombinasi Vitamin Neurotropik membuktikan bahwa konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit secara signifikan.
Mia Chitra Dinisari | 16 Maret 2018 15:17 WIB
Radang sendi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil studi Klinis 2018 NENOIN (Penelitian Non-intervensi dengan vitamin neurotropik) mengenai efikasi penggunaan kombinasi Vitamin Neurotropik membuktikan bahwa konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit secara signifikan.

Pada hasil studi juga ditemukan bahwa kombinasi Vitamin Neurotropik memiliki profil toleransi yang baik sehingga aman untuk dikonsumsi jangka panjang. Studi didukung oleh PT Merck Tbk, melalui brand Neurobion, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat lebih lama.

Studi ini melibatkan 411 responden penderita neuropati usia 18 – 65 tahun dengan etiologi berbeda dan mengalami gejala neuropati ringan sampai sedang. Etiologi responden antara lain, diabetes (104 orang), carpal tunnel syndrome (44 orang), Idiopathic (112 orang), penyebab lain (25 orang) dan kombinasi (126 orang).

Selama masa penelitian, responden mengonsumsi satu tablet Vitamin Neurotropik sekali sehari setelah makan. Kombinasi Vitamin Neurotropik yang digunakan adalah Vitamin B1 (100mg), B6 (100mg) and B12 (5000μg) dari Neurobion Forte. Studi dilakukan di 9 kota besar di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh setelah 12 minggu, secara keseluruhan gejala neuropati berkurang sebanyak 62.9%.

Masing-masing pengurangan gejala neuropati berkurang secara drastis, yakni :
• Rasa Sakit berkurang 64.7%
• Rasa Terbakar berkurang 80.6%
• Rasa Kesemutan berkurang 61.3%
• Rasa Baal/Kebas berkurang 55.9%

dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, mengatakan kombinasi vitamin neurotropik menunjukan hasil yang baik terhadap gejala neuropati, bahkan mulai terlihat pada minggu kedua setelah pemakaian secara rutin. Di akhir studi (12 minggu) ditemukan juga bahwa kualitas hidup responden meningkat secara signifikan karena berkurangnya gejala neuropati yang diderita.

"Selain itu, efek samping dari konsumsi kombinasi vitamin neurotropik secara rutin dan berkala dalam jangka panjang relatif kecil. Studi ini juga membuktikan bahwa konsumsi Vitamin Neurotropik tidak hanya mencegah namun juga bisa mengurangi gejala kerusakan saraf tepi yang dialami.”jelasnya.

Prof. Dr. Rima Obeid dari Saarland University Hospital – Jerman, menyampaikan, “Mengonsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik (kombinasi Vitamin B1, B6 dan B12) terbukti lebih efektif dalam mencegah dan mengatasi penyakit neuropati dibandingkan dengan mengonsumsi Vitamin Neurotropik tunggal.

Vitamin Neurotropik tunggal adalah Vitamin B1, B6 atau B12 secara terpisah. Kombinasi Vitamin Neurotropik dapat mengurangi gejala kerusakan saraf tepi seperti rasa nyeri, mati rasa, kesemutan dan menurunnya sensasi. Dalam kondisi terjadinya inflamasi, penguraian Vitamin B6 meningkat sehingga mengurangi rasa nyeri. 

Prof Dr. Rima Obeid melanjutkan, kerusakan saraf tepi umum terjadi pada pasien diabetes. Pasien diabetes mengalami kehilangan Vitamin B1 melalui urin dan pada pasien diabetes kronik yang diterapi dengan metformin (obat yang sering digunakan sebagai terapi pada pasien diabetes) dan pada pasien-pasien diabetes stadium lanjut dengan komplikasi, kadar Vitamin B12 menurun sehingga dibutuhkan asupan kombinasi Vitamin Neurotropik untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Holger Guenzel, Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk mengatakan, MERCK berkomitmen mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat lebih lama. MERCK juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menyebarkan edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesehatan saraf tepi. Salah satu upayanya adalah dengan menginvestasikan sumber daya untuk penelitian dan menyediakan produk berkualitas tinggi untuk masyarakat.

"Kali ini kami berpartisipasi dalam melakukan studi klinis NENOIN untuk memberikan informasi lebih lanjut pada masyarakat mengenai cara tepat menangani gejala neuropati yang mereka alami. Dengan adanya hasil studi klinis ini, kami harap masyarakat dapat menjaga kesehatan sarafnya secara optimal dan memperbaiki kualitas hidupnya masing-masing.”ujarnya.

Selain edukasi hasil studi klinis terbaru, MERCK terus berupaya untuk melakukan Kampanye Terintegrasi Lawan Neuropati bagi permasalahan saraf tepi. Kampanye Terintegrasi Lawan Neuropati dari MERCK meliputi : Layanan Pemeriksaan Kesehatan Saraf gratis melalui NCP dan NeuroMobi, ajakan pada masyarakat untuk beraktifitas melalui NeuroMove - Senam Kesehatan Saraf, Edukasi terhadap health care practioners (HCP) melalui NerveCareForum dan M-Care, dan juga penyediaan Vitamin Neurotropik yang berkualitas tinggi untuk mewujudkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik.

Tag : vitamin
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top