Pertama Kalinya Studi Klinis Saraf Tepi Diadakan di Indonesia, Hasilnya...

Untuk pertama kalinya, studi klinis mengenai kesehatan saraf tepi atau Nenoin diadakan di Indonesia oleh PT Merck Tbk dan telah dipublikasikan di Asian Journal of Medical Sciences 2018.
Yoseph Pencawan | 16 Maret 2018 21:16 WIB
Dua petugas sedang melakukan uji kesehatan saraf di Neuropati Check Point di ruangan pemaparan hasil studi klinis Nenoin di Jakarta, Jumat 16 Maret 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk pertama kalinya, studi klinis mengenai kesehatan saraf tepi atau Nenoin diadakan di Indonesia oleh PT Merck Tbk dan telah dipublikasikan di Asian Journal of Medical Sciences 2018.

Menurut dr. Manfaluthy Hakim, Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) studi ini telah membuktikan bahwa kombinasi Vitamin Neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit, secara signifikan.

"Kombinasi Vitamin Neurotropik memiliki profil toleransi yang baik sehingga aman untuk dikonsumsi jangka panjang," ujarnya saat paparan hasil studi klinis Nenoin di Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Studi ini melibatkan 411 responden penderita neuropati yang berusia 18–65 tahun dengan etiologi berbeda dan mereka yang mengalami gejala gangguan saraf (neuropati) ringan sampai sedang. Etiologi adalah penyebab atau asal penyakit dan faktor-faktor yang menghasilkan atau memengaruhi suatu penyakit tertentu atau gangguan.

Adapun etiologi responden antara lain, diabetes (104 orang), carpal tunnel syndrome (44 orang), Idiopathic (112 orang) dan penyebab lain (25 orang) sertakombinasi (126 orang). Selama masa penelitian, lanjutnya, responden mengonsumsi satu tablet Vitamin Neurotropik sekali dalam sehari, setelah makan.

Adapun kombinasi Vitamin Neurotropik yang digunakan adalah Vitamin B1 (100mg), B6 (100mg) and B12 (5000 mg), dari Neurobion Forte. Dan berdasarkan data yang diperoleh setelah 12 minggu dari studi yang dilakukan di 9 kota besar di Indonesia ini, secara keseluruhan gejala neuropati berkurang hingga 62,9%.

Dengan perincian, rasa sakit berkurang 64,7%, rasa terbakar berkurang 80,6%, rasa kesemutan berkurang 61,3% dan rasa baal/kebas berkurang 55,9%. "Konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik menunjukan hasil yang baik terhadap gejala neuropati, bahkan mulai terlihat pada minggu kedua setelah pemakaian secara rutin."

Pada akhir studi ditemukan juga bahwa kualitas hidup responden meningkat secara signifikan karena berkurangnya gejala neuropati yang diderita. Selain itu, efek samping dari konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik secara rutin dan berkala dalam jangka panjang juga disimpulkan relatif kecil.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saraf

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top