Kondisi Gigi dan Mulut Ternyata Punya Hubungan dengan Penyakit Dalam

Kalangan medis meyakini kondisi gigi dan mulut memiliki kaitan yang erat dan mencerminkan kondisi kesehatan dalam diri manusia.
Yoseph Pencawan | 20 Maret 2018 21:37 WIB
Dokter gigi memeriksa kesehatan gigi pasien - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan medis meyakini kondisi gigi dan mulut memiliki kaitan yang erat dan mencerminkan kondisi kesehatan dalam diri manusia.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dicky Levenus Tahapary, kondisi gigi dan mulut menjadi salah satu indikator dalam mengidentifikasi kesehatan tubuh.

"Beberapa kasus yang sering dijumpai, seperti gusi berdarah dan gigi yang tanggal dalam jumlah banyak memiliki korelasi dengan kesehatan tubuh dan penyakit sistemik seperti diabetes melitus, kerusakan ginjal, penyakit jantung dan pernafasan," paparnya di sela-sela Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Tebet Timur 01 Pagi, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).

Gusi berdarah, lanjutnya, menandakan penumpukan bakteri yang dapat berubah menjadi plak kalsifikasi dan bisa menyebabkan infeksi sampai ke tulang pendukung gigi. Selain itu, penyakit tubuh yang memunculkan tanda pada kondisi gigi dan mulut adalah kerusakan ginjal.

Kondisi tubuh yang mengalami kerusakan ginjal dapat menurunkan kualitas dari tulang, termasuk rahang. Situasi tersebut dapat mempengaruhi tanggalnya gigi secara prematur, infeksi gigi dan periodontitis.

Penderita kerusakan ginjal akan terganggu indera perasanya dan akan timbul bau nafas tidak sedap. Perubahan pada tulang juga dapat terjadi karena tubuh tidak dapat menyerap kalsium dengan baik.

"Oleh karena itu penderita kerusakan ginjal berisiko kehilangan kepadatan tulang pada rahang yang menyebabkan gigi menjadi longgar dan kemudian tanggal."

Karena itu menurut dia fungsi mulut dan gigi tidak dapat dipisahkan dengan kondisi tubuh secara keseluruhan sebab dapat mencerminkan atau memberikan tanda adanya penyakit pada bagian lain dari tubuh. Kendati demikian, pada kenyataannya, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg. Hananto Seno menilai bahwa saat ini pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut masih kurang.

Masyarakat masih lebih menaruh perhatian terhadap kesehatan tubuh lainnya. Karena itu, dia juga berharap peran aktif dokter gigi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut serta memerangi masalah gigi berlubang. Misalnya dengan ajakan menyikat gigi dua kali sehari (setelah sarapan dan dan sebelum tidur) serta rutin memeriksakan gigi ke dokter, setidaknya 6 bulan sekali.

Tag : kesehatan gigi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top