Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyakit Diabetes, Tidak Cukup Hanya Periksa Darah ke Laboratorium

Namun, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah, dr. Hari Hendarto, hasil pemeriksaan tersebut tidak menggambarkan keadaan harian kadar gula yang sesungguhnya dari pasien.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  14:25 WIB
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemeriksaan rutin darah di laboratorium bagi penderita Diabetes perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kadar gula saat berobat ke rumah sakit.

Namun, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah, dr. Hari Hendarto, hasil pemeriksaan tersebut tidak menggambarkan keadaan harian kadar gula yang sesungguhnya dari pasien.

"Meski rutin melakukan pemeriksaan laboratorium, penting juga untuk melakukan pemantauan gula darah di rumah atau disebut dengan Pemantauan Gula Darah Mandiri (PGDM),” paparnya, Minggu (25/3/2018).

Aktivitas ini menggunakan glukometer (alat periksa gula darah) yang banyak dijual di pasaran. Pemeriksaan dapat dilakukan sendiri atau dengan pertolongan orang lain di rumah, tetapi, katanya, perlu diingat, glukometer yang digunakan harus terkalibrasi dengan baik dan mengikuti tata cara yang dianjurkan (sesuai dengan ISO-15197 tahun 2013).

Dengan melakukan PGDM secara rutin, tingkat glukosa darah dapat diketahui sedini mungkin sehingga keselamatan penyandang diabetes lebih terjamin. PDGM juga mendukung perubahan gaya hidup karena bisa memberikan respon yang objektif untuk menilai pengaruh makanan tertentu maupun aktivitas fisik terhadap stabilitas kadar gula di dalam darah.

Selain itu, lanjutnya, dengan PDGM masyarakat juga dapat memperoleh data yang benar untuk mengevaluasi tatalaksana dan terapi yang tengah dijalaninya sehingga dapat menghemat biaya kesehatan jangka panjang terkait dengan komplikasi diabetes, baik akut maupun kronik.

Adapun kelompok orang yang harus melakukan PDGM menurut Dokter Hari adalah mereka yang menyandang diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang menjalani pengobatan suntik insulin beberapa kali perhari atau pada pengguna obat antidiabetik oral guna memacu produksi insulin dari pankreas.

Kemudian pasien diabetes dengan kondisi tertentu, seperti wanita yang merencanakan kehamilan atau wanita hamil yang memiliki risiko hipoglikemia. Di samping itu, PDGM juga harus dilakukan oleh mereka yang menjadi penyandang diabetes dengan penyakit penyerta, seperti jantung koroner.

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top