Deteksi Dini Kanker Payudara Bisa Dilakukan dengan Medan Magnet

Dibandingkan dengan penyakit lain, kanker payudara sering menjadi persoalan yang paling dikhawatirkan oleh kaum hawa karena dapat berakibat fatal dari sisi kesehatan dan psikologis.
Yoseph Pencawan | 27 Maret 2018 00:22 WIB
Ilustrasi kanker payudara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dibandingkan dengan penyakit lain, kanker payudara sering menjadi persoalan yang paling dikhawatirkan oleh kaum hawa karena dapat berakibat fatal dari sisi kesehatan dan psikologis.

Karena itu, menurut Felly Sahli, Dokter Spesialis Radiologi di Rumah Sakit Pondok Indah, tindakan pencegahan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh wanita, yakni dengan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan payudara.

"Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kesehatan bagian payudara adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI)," ujarnya Senin (26/3/2018).

Felly mengatakan, pemeriksaan non-invasif yang menggunakan medan magnet dan frekuensi gelombang radio ini menghasilkan gambar cross-sectional yang detil dari struktur tubuh, termasuk payudara. Pemeriksaan yang memanfaatkan cairan kontras yang dimasukkan ke dalam tubuh ini sangat direkomendasikannya untuk mendeteksi dini kanker payudara.

Dibandingkan dengan mamografi dan USG, pemeriksaan MRI lebih memiliki kelebihan dalam menghasilkan gambar resolusi 3D yang lebih baik. Selain itu, pemeriksan MRI juga mampu mendeteksi tumor kecil (occult primary breast carcinoma) yang sulit dideteksi oleh mamografi dan USG.

Pemeriksaan MRI pun lebih baik dalam memperlihatkan ukuran tumor/kanker serta sangat baik dalam mendeteksi adanya kelainan multifocal/multicentric pada payudara.

"Bahkan MRI juga mampu memberikan informasi lebih detil mengenai perluasan kanker yang mempengaruhi stadium kanker payudara dan rencana tindakan."

Kemudian MRI juga, katanya, dapat digunakan untuk memantau respon maupun kekambuhan setelah dilakukannya terapi kanker payudara dan evaluasi terhadap implan payudara. Kendati memang MRI tidak dapat berdiri sendiri karena mamografi dan USG tetap diperlukan untuk mendukung data agar diagnosa menjadi tepat.

 

 

Tag : kanker, kanker payudara
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top