Anemia Terbukti Turunkan Produktivitas Kerja Penduduk Usia Produktif

Anemia merupakan salah satu penyakit paling umum di Indonesia dengan perumpamaan 1 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko untuk terkena anemia. Meskipun begitu, banyak dari masyarakat yang belum teredukasi akan gejala, dampak dan penanggulangan anemia.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 27 April 2018  |  19:31 WIB
Anemia Terbukti Turunkan Produktivitas Kerja Penduduk Usia Produktif
Ilustrasi sel darah merah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Anemia merupakan salah satu penyakit paling umum di Indonesia dengan perumpamaan 1 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko untuk terkena anemia. Meskipun begitu, banyak dari masyarakat yang belum teredukasi akan gejala, dampak dan penanggulangan anemia.

Dr. Marina Damajanti, Kepala Subdirektorat Bina Gizi Klinik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, anemia telah terbukti mengakibatkan penurunan produktivitas kerja pada penduduk usia produktif yang tentunya akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang menjadi penerus bangsa di kemudian hari.

"Menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan menginisiasi program GERMAS sebagai solusi dalam mengurangi beban penyakit melalui kebiasaan hidup sehat yang mencakupi intervensi gizi spesifik dengan poin pemberian dan promosi kampanye Tablet Tambah Darah untuk remaja putri, calon pengantin serta ibu hamil," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/4/2018).

Endang L. Achadi, Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) mengatakan, dampak anemia sering kali tidak terlihat maupun dirasakan secara langsung, tetapi anemia tentunya tidak dapat diremehkan. Anemia terbukti menyebabkan penurunan produktivitas kerja wanita Indonesia sebanyak 20% atau sekitar 6,5 jam per minggu.

"Hal ini akan menjadi hambatan besar bagi pembangunan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia. Menjalankan pola hidup sehat bergizi seimbang, termasuk mengonsumsi makanan dengan kadar zat besi, protein dan vitamin dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia.”

Merck tahun ini bekerja sama dengan komunitas 1000 Guru melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dalam jangkauan yang lebih luas dan jumlah yang lebih besar tentanga anemia.

Anie Rachmayani, Associate Director Marketing PT Merck menuturkan, program Training of Trainers ini memiliki fokus untuk menciptakan para agen perubahan melalui misi edukasi yang serentak dilakukan di 10 kabupaten di Indonesia, di mana daerah-daerah ini memiliki prevalensi anemia yang tinggi serta termasuk dalam daftar Kabupaten/Kota Utama Intervensi Stunting dari Kementerian Kesehatan.

"Kegiatan ini juga turut melibatkan karyawan Merck serta para relawan 1000 Guru. Kami percaya akan pentingnya mengoptimalkan periode bonus demografi demi dampak positif bagi pembangunan Indonesia," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anemia

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top