Bersih-Bersih Hidung Pakai Air Laut, Sehat Lho

salah satu aktivitas penting dalam menjaga kesehatan indera penciuman adalah irigasi nasal atau pencucian hidung, yakni memasukkan air atau larutan garam ke saluran hidung. Larutan yang biasanya digunakan adalah larutan garam hipotonik, sotonik, hipertonik, ringer laktat, maupun air laut.
Yoseph Pencawan | 04 Mei 2018 17:06 WIB
Hidung - Istimewa

Menjaga kesehatan indera penciuman masih sering diabaikan oleh sebagian besar masyarakat. Padhal hidung dan sinus paranasal merupakan organ yang berperan penting sebagai garis terdepan pertahanan tubuh pada saluran napas bagian bawah terhadap mikroorganisme dan bahan-bahan berbahaya lain.

“Kedua organ ini seharusnya mendapat perhatian lebih terhadap kebersihannya,” kata Sarwastuti Hendradewi, Ketua Program Studi PPDS I Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Menurut dia, salah satu aktivitas penting dalam menjaga kesehatan indera penciuman adalah irigasi nasal atau pencucian hidung, yakni memasukkan air atau larutan garam ke saluran hidung. Larutan yang biasanya digunakan adalah larutan garam hipotonik, sotonik, hipertonik, ringer laktat, maupun air laut.

“Pemberiannya dapat dilakukan dengan cara meneteskan, mengalirkan atau menyemprotkan larutan tersebut ke dalam lubang hidung dengan berbagai macam alat seperti neti pot, penyemprot karet, semprotan hidung serta alat irigasi hidung lainnya.”

Menurut jurnal kedokteran international Journal of Environmental Research and Public Health, tindakan cuci hidung berperan melunakkan dan mengalirkan lapisan lendir pada rongga hidung. Mediator-mediator penyebab reaksi peradangan atau reaksi alergi seperti prostaglandin dan leukotrien juga dibuang selama tindakan ini. Gejala alergi atau gejala selesma pun dapat jauh lebih berkurang dengan tindakan ini.

Sejalan dengan dialirkannya cairan salin di rongga hidung, produksi cairan dan kelembaban rongga hidung mudah dikendalikan sehingga berkumpulnya kuman bakteri dapat dicegah. Kandungan ion-ion dalam cairan pembersih juga menurutnya memberi manfaat tersendiri, seperti membantu perbaikan sel selama proses radang, mencegah kerusakan sel, menurukan kekentalan dahak serta dan mengurangi kematian sel epitel.

Secara umum, tindakan pembersihan nasal dapat dikatakan aman bila menimbulkan efek samping yang minimal. Efek samping lebih sering dialami orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak, di antaranya iritasi hidung, rasa tidak nyaman di dalam hidung, nyeri telinga dan berkumpulnya cairan di dalam rongga sinus sekitar hidung.

Meskipun efek samping tindakan ini sangat kecil, tetapi tetap memerlukan beberapa perhatian khusus, seperti suhu cairan pencuci yang digunakan serta kebersihan cairan pencuci danperalatan yang digunakan. Mengatasi risiko kontaminasi kuman pada peralatan dapat dilakukan dengan mencucinya dengan air sabun, mengganti peralatan yang digunakan seminggu sekali atau menggunakan botol semprot sekali pakai.

Tindakan pembersihan ini pun dapat meringankan banyak masalah pada hidung, a.l. allergens, excess mucus dan kerak atau kotoran pada rongga hidung untuk menjaga agar mukosa hidung tetap bersih dan sehat. “Menjaga kebersihan hidung juga dapat mencegah penyakit sinusitis.”

Sinusitis merupakan proses peradangan pada rongga sinus. Rongga sinus merupakan struktur anatomi berupa rongga terletak di daerah wajah yang bermuara di rongga hidung.

Rongga sinus merupakan struktur yang berkesinambungan dengan rongga hidung, maka pada umumnya saat rongga sinus mengalami peradangan akan diikuti pula peradangan di daerah hidung.

Peradangan di daerah sinus lazimnya disebut dengan rinosinusitis. Dengan jenis-jenis a.l. sinus maksilaris (yang berada di daerah pipi), sinus frontalis (berada di dahi), sinus etmoidalis (di daerah mata) dan sinus sfenoidalis (di belakang dahi).

Tidak hanya orang dewasa, sinusitis juga berkemungkinkan terjadi pada anak. Sistem kekebalan tubuh anak-anak tidak sekuat orang dewasa dalam pertahanan terhadap kuman yang menyebabkan pilek atau alergi sehingga penting untuk memastikan hidungnya tetap bersih. Rentang usia anak yang paling sering mengalami sinusitis adalah menjelang sekolah, yaitu 5--10 tahun.

Larutan Air Laut

Lebih jauh dia memaparkan, air laut merupakan larutan yang komplek serta sangat kaya akan mineral dan bahan organik. Air laut mengandung 96,5% air murni dan 3,5% substansi lain yakni bahan organik, gas terlarut (64% nitrogen, 34% oksigen), karbondioksida dan garam.

Air laut juga terdiri dari natrium klorida (NaCl) serta kaya dengan mineral dan trace element yang penting untuk kehidupan. Trace element meskipun terdapat dalam konsentrasi rendah di dalam tubuh, tetapi mempunyai peran yang sangat penting, yakni sebagai aktivator katalisis reaksi biokimia pada aspek sirkulasi, pencernaan, otot dan otak.

“Lebih dari 83 trace element dapat ditemukan di dalam air laut, di antaranya mangan, copper, sulfur, selenium dan zinc.”

Penggunaan air laut steril sebagai semprot hidung telah diteliti dan disimpulkan dapat memperbaiki gambaran endoskopi dan skoring kualitas hidup. Pada kelompok kontrol yang hanya mendapat terapi standar dengan cuci hidung basa, menurut dia, perbaikan tersebut tidak didapatkan.

Karena itu, air laut dapat disebut juga sebagai agen farmasi yang mempunyai kesetaraan atau kemiripan dengan plasma darah. Dengan komposisi yang kompleks, air laut sangat bermanfaat bagi kehidupan, seperti pada bidang kesehatan, kosmetik, makanan dan lainnya.

Salah satu manfaat air laut bagi kesehatan adalah untuk pencucian hidung/nasal cleansing. Penggunaan larutan air laut untuk nasal cleansing akan membersihkan mucus atau kotoran yang ada di dalam hidung serta mengembalikan kelembaban pada mukosa hidung sehingga dapat mengoptimalkan kembali fungsi pernapasan.

 

Tag : kesehatan, sakit
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top