Paviliun Indonesia Usung Tema "Soenyata: Poetic of Emptiness" di Venice Architecture Biennale 2018

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) akan mengusung tajuk "Soenyata: The Poetic of Emptiness" dalam Paviliun Indonesia di Venice Architecture Biennale 2018, di Venezia.
Aprianus Doni Tolok | 09 Mei 2018 19:13 WIB
Paviliun Indonesia Usung Tema "Soenyata: Poetic of Emptiness" di Venice Architecture Biennale 2018 - Aprianus Doni Tolok

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) akan mengusung tajuk "Soenyata: The Poetic of Emptiness" dalam Paviliun Indonesia di Venice Architecture Biennale 2018, di Venezia.

Paviliun Indonesia akan mengisi pameran arsitektur paling bergengsi di dunia selama enam bulan, yang dimulai pada 26 Mei hingga 25 November 2018.

Menurut kurator Ary Indra, pilihan tema Paviliun Indonesia "Soenyata: The Poetic of Empiness" akan berfokus pada kekuatan arsitektur Indonesia yang tidak hanya terletak pada ranah visual, tetapi juga terdapat hal lain seperti ruang kosong dan ruang senyap yang pasti ada dalam setiap tatanan arsitektur di Indonesia.

"Kekosongan [menjadi] sebuah konsep yang melekat kuat pada arsitektur Indionesia. Elaborasinya bisa beragam tetapi mereka memiliki tone yang sama," kata Ary dalam konferensi pers Bekraf dan IAI pada Selasa (8/5/2018) di Jakarta.

Menurutnya, dalam "Soenyata" manusia menjadi aktor utama yang akan menciptakan dialog dengan ruang disekitarnya. Dalam kiasan ini, tubuh manusia dijadikan elemen utama dalam menaklukkan kekosongan. Panca indera harus dimaksimalkan karena telah tereduksi kesenyapan dan kekosongan ruang.

Paviliun Indonesia akan menempati ruangan dengan luas 290 meter persegi dengan tinggi enam meter, di mana nantinya para pengunjung akan dihadapkan pada instalasi berupa lembaran kertas yang teruntai menggantung sepanjang 21 meter.

Instalasi ini merupakan pengejawantahan "Soenyata" di mana akan memberikan pengalaman unik kepada para pengunjung Paviliun Indonesia yakni merasakan sensasi ruang kosong dan ruang senyap yang tercipta di dalamnya.

Wakil Kepala Bekraf Ricky J. Pesik berharap pada konsistensi Indonesia dalam perhelatan bergengsi dunia. Menurutnya, Indonesia harus terus bersuara dalam perbincangan global - dalam hal ini arsitektur - dengan mengedepankan kualitas yang Indonesia miliki.

"Tujuan besarnya adalah kita ingin membawa citra Indonesia yang lebih baik secara kualitas, termasuk di dalamnya [adalah] arsitektur," ucap Ricky dalam konferensi pers.

Tag : Bekraf
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top