3 Permintaan Tiara ke Tuhan saat Kritis Sebelum Akhirnya Mampu Mendirikan Yayasan Lupus

Tidak ada di benak Tiara Savitri sebelumnya untuk mendirikan sebuah yayasan sosial berskala nasional, apalagi keadaan "sekarat" seakan begitu mudah mendekati dirinya.
Yoseph Pencawan | 12 Mei 2018 06:02 WIB
Ketua Yayasan Lupus Indonesia Tiara Savitri. - JIBI/Yoseph Pencawan
Bisnis.com, JAKARTA - Tidak ada di benak Tiara Savitri sebelumnya untuk mendirikan sebuah yayasan sosial berskala nasional, apalagi keadaan "sekarat" seakan begitu mudah mendekati dirinya.
 
Namun dengan semangat hidup, kecintaan kepada Tuhan, keluarga serta orang banyak, hingga kini ia masih dapat bertahan dan bahkan bisa jadi, melampaui apa yang mampu dilakukan oleh mereka yang memiliki kesehatan yang lebih baik darinya.
 
Dalam kegiatan memperingati Hari Lupus Sedunia di gedung Ditjen P2PTM Kementerian Kesehatan, Jakarta, baru-baru ini, ia sempat mengisahkan perjalanan hidupnya menghadapi penyakit "seribu wajah" tersebut.
 
Pada 1996 penyakit Lupus yang dia miliki kembali menyerang hebat dan mengakibatkan ginjalnya mengalami kebocoran. Berat badannya pun melonjak sampai 120 kilogram karena tubuhnya banyak berisi air yang tidak dapat dikelola tubuh akibat kerusakan ginjal tersebut.
 
Secara medis, kemungkinan dia sembuh cuma 20% karena kadar protein di dalam tubuhnya tidak sampai 1 dari seharusnya 4. Tiara dalam kondisi kritis. Tubuhnya kemudian digenjot dengan asupan Albumin yang harganya bisa sampai Rp2 juta per botol.
 
"Saat saya sakit, ketika saya divonis kemungkinan hidupnya kecil, saya berdoa, ya Allah kalau saya dikasih kesempatan untuk hidup, saya ingin membahagiakan orang tua saya, saya ingin mempunyai keturunan dan kalau saya sembuh, izinkan saya untuk berbagi kepada orang banyak," tuturnya.
 
"Keajaiban" pun menghampiri Tiara, dia akhirnya dapat bertahan dan melewati saat-saat kritis tersebut. Setelah membaik, dokter yang menangani menyarankan ia untuk membuat suatu wadah untuk Tiara bisa berbagi.
 
"Mungkin Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk membuktikan janji saya dan terbentuklah Yayasan Lupus Indonesia pada 1998."
 
Dan setelah mengalami beberapa kali keguguran, akhirnya ia juga dapat memiliki keturunan dari pernikahannya dengan seorang laki-laki yang disebutnya sebagai "pria nekad", karena tetap bersedia menikahinya dengan kondisi tersebut.
 
Pada kesempatan itu ia juga menuturkan, teman-teman yang datang ke yayasan dan mengatakan telah mengalami Lupus, selalu menangis. Mereka merasa takut karena membaca informasi di berbagai sarana, bahwa orang yang mengalami Lupus tidak akan bertahan sampai 10 tahun.
 
Namun dia mengatakan bahwa dirinya tidak menyalahkan dokter yang menulis seperti itu, tetapi justru menyalahkan orang yang membacanya karena ketika dikatakan Lupus itu mematikan dan hanya bertahan 10 tahun, Odapus hanya berhenti sampai di situ.
 
Namun tidak membaca mengapa hanya bertahan 10 tahun karena sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan mampu melakukan berbagai aktivitas seperti biasa, bahkan dengan pencapaian yang lebih tinggi. Tiara sendiri saat ini sudah membawa Lupus dalam dirinya selama 30 tahun.
 
 
 
Tag : kesehatan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top