Makanan Sehat, Salah Satu Kiat Memasak yang Benar dari Pandangan Medis

Dalam banyak kasus kita sering melihat seseorang mengidap penyakit yang serius meski orang tersebut diketahui selalu makan makanan yang bergizi, rajin berolahraga dan tidak melakukan hal-hal yang buruk bagi kesehatan.
Yoseph Pencawan | 17 Mei 2018 16:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam banyak kasus kita sering melihat seseorang mengidap penyakit yang serius meski orang tersebut diketahui selalu makan makanan yang bergizi, rajin berolahraga dan tidak melakukan hal-hal yang buruk bagi kesehatan.

Dari pandangan medis, berbagai hal tersebut belum cukup lengkap untuk lebih memastikan kesehatan tubuh sudah terjaga. Hal itu karena selain memperhatikan porsi dan kandungan gizi, menjaga kesehatan tubuh dari sisi makanan juga harus dilakukan dengan cara memasak yang benar.

"Bukan hanya mengenai kandungan makanan, tetapi bagaimana cara kita memasak makanan itu penting," ujar Rina Ariani, Anggota Pakar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, belum lama ini.

Dikatakannya, bahan makanan yang mengandung gizi sangat baik bagi tubuh sekalipun, tidak akan bermanfaat jika dimasak dengan cara yang salah. Misalnya cara memasak ikan. Bila ikan dimasak dengan cara digoreng, maka tidak boleh menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali.

Makanan yang direbus, ditumis atau dibakar menurut dia jauh lebih bagus daripada digoreng. Namun makanan yang dimasak dengan direbus, ditumis atau dibakar pun tidak boleh gosong karena malah bisa menimbulkan risiko kanker.

Kalaupun pun ingin digoreng, maka kita juga perlu memperhatikan minyak yang digunakan. Minyak dari tumbuhan dinilai lebih bagus, apalagi minyak zaitun meski harganya memang lebih mahal.

Namun jika ingin menggunakan minyak biasa pun tidak apa-apa asalkan selain tidak dipakai berulang-ulang, juga tidak dipanaskan terlalu lama.

"Bila minyak dipanaskan hingga 200 derajat misalnya, kandungan lemak yang tadinya masih bersifat baik di dalam minyak akan habis dan menjadi minyak yang jahat."

Tag : kesehatan, gizi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top