Lukisan Raden Saleh Dalam Balutan Busana

Pada pameran fesyen terbesar Agenda Show yang digelar di California Amerika Serikat pada 28-30 Juni 2018, lukisan reinassance karya seniman Italia, Caravaggio dan karya Raden Saleh disusun kembali dan dijadikan motif baru dalam balutan busana streetwear.
Asteria Desi Kartika Sari | 22 Juni 2018 20:27 WIB
Agenda Show - Collective Lifestyle

Bisnis.com, JAKARTA -- Pada pameran fesyen terbesar Agenda Show yang digelar di California Amerika Serikat pada 28-30 Juni 2018, lukisan reinassance karya seniman Italia, Caravaggio dan karya Raden Saleh disusun kembali dan dijadikan motif baru dalam balutan busana streetwear.

Hal ini akan dilakukan oleh label Monstore, salah satu label lokal Indonesia yang berhasil mewakili Indonesia tampil dalam pameran di AS. Meskipun bernafas pop culture yang lekat dengan gata Amerika, Monstore tak menghilangkan budaya Indonesia dengan menyelipkan nafas Indonesia melalui lukisan Raden Saleh yang ditampilkan dalam busana.

Dita Sri Lestari, Fashion Designer Monstore berhasil menggabungkan unsur Reinassance dan hasil karya pelukis legendaris, Raden Saleh dalam tema 'Co-Extinct'.

"Kami ingin memperlihatkan kepunahan yang terjadi ketika Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Makanya, selain mengangkat unsur reinassance dan karya Raden Saleh, di sini ada sentuhan Indie-Dutch," tutur Dita di Pacific Place, Jumat(22/6/2018).

Dia mengatakan lukisan tersebut disusun kembali seperti konsep re-make namun tetap tidak menghilangkan unsur asli lukisan. Karya lukisan Raden Saleh digabungkan menjadi satu motif dan dii-print pada pahan kain.

Ini bukan pertama kalinya mereka mengangkat karya seni lokal sebagai inspirasi dan memberikan cerita terhadap setiap busananya. Tapi, tahun ini menjadi waktu tepat untuk mengeluarkan koleksi khususnya.Semua karya itu dituangkan ke dalam desain kaos, outer, aksesoris dan lain-lain. Jadi, setiap desain Cerita itu lah yang membuat sebuah pakaian bernilai lebih walaupun hadir dengan desain minimalis.

"Dari awal produksi di tahun 2009, memang selalu mengangkat karya seni Indonesia. Kalau desainnya hanya berisi tulisan sablon, kan seperti tidak ada maknanya. Jadi, dijual pun cukup sulit. Kalau ada ceritanya, dibeli dengan harga tinggi pun tidak masalah," jelasnya.

Tag : lukisan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top