Menyatukan Mobil dan Arloji dalam Satu Produk, Ini Hasilnya

Awal cerita ada dua orang sahabat sejak kecil bernama Christian Felix Mygh dan Jonathan Kampstrup asal Denmark. Mereka sangat menggemari mobil dan juga jam tangan.
Asteria Desi Kartika Sari | 09 September 2018 10:04 WIB

Awal cerita ada dua orang sahabat sejak kecil bernama Christian Felix Mygh dan Jonathan Kampstrup asal Denmark. Mereka sangat menggemari mobil dan juga jam tangan.

Tak heran, dalam setiap obrolannya selalu bicara mobil dan jam tangan. Hingga suatu saat muncul suatu gagasan untuk menggabungkan dua benda kegemaran tersebut menjadi satu.

Mereka lalu bertekad untuk membuat jam tangan dengan komponen yang didapat dari mobil-mobil yang mereka sukai, mulai dari Mini Cooper, Ford Mustang, hingga Porche. Mereka mewujudkan hal tersebut melalui REC Watches.

Sesuai dengan namanya, REC mengedepankan filosofi RECover (memulihkan), RECycle (mendaur ulang), dan REClaim (memperbarui) komponen mobil untuk menjadi komponen arloji.

“Kami memulihkan bagian mobil yang dicopot, lalu mendaur ulangnya untuk jadi bagian dari arloji, dan memperbarui fungsinya,” ujar Thomas Dusinius Kronevald, Chief Sales Officer REC Watch saat memperkenalkan seri terbaru REC di Philosoph Boutique, Plaza Senayan.

Dia mengatakan beberapa bagian dari mobil dibentuk ulang dan dijadikan lempeng untuk bagian dial jam tangan. Misalnya, REC seri 901 dibuat menggunakan logam dari saluran pembuangan Porsche 911 sebagai lower dial-nya.

Selain itu, seri P-51 memanfaatkan bagian dari Ford Mustang tahun 1966 untuk menutup top dial. Oleh karena itu, tak heran terlihat platinan yang membuat masing-masing arloji berbeda.

“Jam ini masing terlihat sisa-sisa karat dan platina yang terbentuk di logam aslinya. Jadi tampilan tiap arloji akan berbeda dan unik,” ujar Thomas.

Nomor 901 adalah seri yang tadinya akan dipakai Porsche untuk menamai mobil barunya pada 1964 dalam Paris Auto Salon. Namun, nomor itu sudah dipakai pabrikan lain, sehingga Porsche menggantinya dengan 911, angka yang kemudian menjadi keramat di dunia mobil.

“Kami juga ingin membuat jam tangan dari mobil-mobil legendaris lain, seperti Aston Martin seperti yang dipakai James Bond. Tapi proyek terdekat justru kami ingin membuat jam tangan dari bagian pesawat tempur dari Inggris, Supermarine Spitfire,” lanjut Thomas bercerita.

Spitfire adalah pesawat peninggalan Perang dunia II yang begitu populer, namun sudah menjadi barang langka saat ini. Dalam pemungutan suara yang dilakukan REC, banyak calon pembeli ingin memiliki jam tangan yang terkait dengan Spitfire dan ikut memiliki nilai historisnya.

Sementara itu, untuk seri terbaru P-51 RTR Limited Edition dirancang menggunakan komponen serat karbon yang diambil langsung dari Ford Mustang Ready to Rock (RTR) milik drifter top Vaughn Gittin Jr. REC RTR P-51 limited edition, masing-masing P-51 RTR memiliki tampilan unik dengan lempeng jam berbahan serat karbon yang diambil dari sasis mobil RTR Mustang dan bagian bezel berbahan aluminium ground dari poros kemudi karbon tempa.

Selain menggunakan komponen asli mobil-mobil ikonik, desain jam tangan REC juga terinspirasi mobil sesungguhnya. Ambil contoh, seri P-51 misalnya, memiliki penunjuk waktu serupa dengan speedometer Ford Mustang dan penunjuk tenaga seperti indikator bahan bakar.

Bagian samping jam ini juga memiliki bentuk seperti grill mobil aslinya. Begitu juga dengan seri 901 menyerupai tampilan indikator kecepatan Porsche 911, dan bagian bawah menyerupai velg mobil.

Lebih unik lagi, pemilik jam tangan bisa menelusuri asal-usul logam yang dipasang pada arloji REC. Pasalnya, masing-masing dari 350 jam tangan yang diproduksi dilengkapi dengan limited edition gift box dan story card REC yang dapat dipindai. Setelah memindai, Anda akan dihantarkan ke halaman internet berisi video mengenai mobil yang sebagian komponennya dipakai dalam jam tangan REC.

“Setiap jam tangan ini memiliki cerita. Kita bisa tahu dari mana asal-usul komponennya. Mobil apa yang dipakai, dan di mana mobil itu sekarang,” katanya.

Dia mengatakan semua jam tangan yang mereka produksi punya cerita sendiri, sehingga pemiliknya tidak sekadar memakai penunjuk waktu, namun juga membawa kisah atau sejarah yang dibawanya. Tak heran, arloji yang jumlahnya terbatas yang bisa didapatkan di gerai jam tangan Red Army Watches dan Philosoph Boutique dibanderol dengan harga antara Rp18,5 juta dan Rp19,9 juta.

Tag : arloji, fashion
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top