Dukung Kesetaraan Gender Dimulai dari Dapur

Pekerjaan rumah tangga yang paling rendah dibagikan antara pasangan suami istri adalah memasak, hanya tiga dari 10 suami yang membantu istri di dapur.
Eva Rianti | 16 Oktober 2018 21:55 WIB
Peserta mengikuti Festival Rendang di kawasan GOR Agus Salim, Padang, Sumatra Barat. - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA – Menurut hasil studi HILL ASEAN 2018, Indonesia merupakan salah satu negara dimana lebih dari 75% pekerjaan rumah tangga dibagikan antara suami dan istri, tolok ukur yang dinilai sesungguhnya dalam kesetaraan gender.

Namun, studi yang sama juga mengindikasikan bahwa pekerjaan rumah tangga yang paling rendah dibagikan antara pasangan suami istri adalah memasak, hanya tiga dari 10 suami yang membantu istri di dapur.

Beranjak dari hasil studi tersebut, muncullah inisiatif dari brand kebutuhan masak sehari-hari. Salah satunya dari Kecap ABC yang mendukung kesetaraan gender di dapur.

Atas dorongan itu, diperkenalkan sebuah program bertajuk “Suami Sejati Mau Masak, Terima Kasih Perasan Pertama,” yang mengajak para suami Indonesia untuk setara dengan istri dimulai dari dapur.

Kampanye ini dimulai dari iklan TV yang bercerita tentang anak kecil yang mengingatkan ayahnya akan semua pekerjaan yang dilakukan ibu, mulai dari membersihkan rumah, menjaga anak, hingga memasak.

Head of Marketing, SEA, Kraft Heinz Dhiren Amin mengungkapkan bahwa Kecap ABC memiliki tanggung jawab utama untuk mengutamakan para ibu serta memahami pentingnya para suami di rumah untuk mengutamakan istri dengan memperlakukan mereka dengan setara, termasuk di dapur.

“Kampanye ini adalah langkah pertama mencapai objektif ini yaitu dengan memberitahu para suami untuk membantu di dapur sementara Kecap ABC membantu mereka memasak masakan yang kaya rasa,” katanya dalam keterangan rilis yang diterima Bisnis, Selasa (16/10/2018).

Adapun, landasan kampanye ini adalah aktivasi digital yang merefleksikan realita Indonesia yaitu meningkatnya jumlah perceraian.

Studi yang dilakukan oleh Nation Research 2018 mengindikasikan bahwa kurangnya apreasiasi terhadap pasangan dalam pernikahan memiliki dampak yang signifikan, bahkan berujung dengan konsekuensi yang lebih ekstrem seperti perceraian.

Aset digital ini menunjukkan seorang laki-laki yang bercerai dan mengakui bahwa seharusnya ia dapat melakukan lebih dalam pernikahannya bahkan termasuk membantu di dapur.

Tag : gender, relationship
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top