Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wayang Orang Pentas di Beberapa Kota di Jerman

Wayang orang lakon "Kresna Duta" akan ditampilkan di beberapa kota di Jerman pada Mei 2019 untuk memperkenalkan warga disana akan kekayaan budaya Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 November 2018  |  01:12 WIB
Wayang Orang Pentas di Beberapa Kota di Jerman
Wayang orang para jurnalis.JIBI - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wayang orang lakon "Kresna Duta" akan ditampilkan di beberapa kota di Jerman pada Mei 2019 untuk memperkenalkan warga disana akan kekayaan budaya Indonesia.

Yayasan Paramarta Karya Budaya yang menjadi penggagas dalam perhelatan tersebut mengatakan wayang orang dipilih karena dalam satu kali pementasan dapat menampilkan berbagai unsur budaya Indonesia.

"Mulai dari kostum menggunakan kain batik, musik, tarian dan banyak unsur lainnya yang dapat kita tunjukkan kepada warga Jerman," kata Ketua Yayasan Paramarta Karya Budaya Prasti di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Rabu (14/11/2018).

Selain itu, dia ingin mengenalkan bentuk lain dari wayang, selama ini orang-orang Jerman ketika mendengar kata wayang hanya tahu wayang kulit saja.

Pementasan aku dilakukan di berbagai teater dengan melibatkan 40 pemain dari berbabai sanggar. Tak hanya itu para diaspora Indonesia juga akan ikut berperan sebagai penari pembantu.

Pementasan tersebut mengambil cerita klasik Mahabrata lakon "Kresna Duta" yang mengisahkan Kresna menjadi utusan Pandawa untuk menghadap para Kurawa.

Nantinya lakon tersebut tetap dibawakan dalam Bahasa Jawa, agar para penonton mengerti dengan cerita tersebut maka dalam setiap babak diberikan narasa dalam Bahasa Jerman.

Kali ini wayang orang yang biasanya bisa berdurasi empat jam, akan dipotong menjadi 1,5 jam saja. Hal ini adalah upaya agar penonton tidak merasa bosan.

Sutradara dari lakon tersebut, Teguh Hampiranto salah satu cara memadatkan cerita adalah tidak memasukkan adegan punakawan.

"Salah satu pertimbangannya adalah lawakan di Jawa belum tentu cocok dengan lawakan di sana. Jadi kita tidak memasukkannya," kata dia.

Meski dipadatkan, Teguh mengatakan pergelaran tersebut tidak menyempitkan jalan cerita dan makna yang akan disampaikan kepada penonton. Mereka berharap para penonton Jerman dapat menyambut baik pargelaran wayang orang tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wayang kesenian
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top