Enam Desainer Muda Raih Predikat Best Designer IFCA 2018

Sebanyak enam desainer muda dari berbagai daerah meraih predikat sebagai Best Designer Indonesia Fashion & Craft Awards atau IFCA 2018 yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Feri Kristianto | 26 November 2018 12:20 WIB
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih memberi penghargaan kepada desainer pemenang Indonesia Fashion & Craft Awards 2018. JIBI - BISNIS/Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR -Sebanyak enam desainer muda dari berbagai daerah meraih predikat sebagai Best Designer Indonesia Fashion & Craft Awards atau IFCA 2018 yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengharapkan para pemenang akan menjadi ujung tombak industri kreatif kriya dan fesyen pada masa mendatang dengan desain inovatif dan mendunia. Para pemenang telah menyingkirkan sekitar 182 peserta yang berasal dari Universitas Udayana, ISI Denpasar, ITB, Telkom University, Binus, ISI Yogyakarta dan beberapa institusi lain.

Keenam desainer itu adalag Faradilla Intan Kusumadewi dengan karya Moon Kingdom (kriya), Farah Nurjanah Baharessa dengan Tana Tara (fesyen), Nia Faradiska Noor Isfaiza dengan Heritage of Kudus (fesyen). Selain itu, Putu Eka Widnya Putra dengan Rwa Lamp (kriya), Maryam Nisa Taqiya dengan lungsi bags (fesyen) dan Sajdan Nailul Fajri dengan angkling (kriya).

Gati mengatakan IFCA 2018 pihaknya bekerja sama dengan Taiwan Design Center dalam bidang peningkatan kapasitas desainer. Nantinya enam desainer itu akan diberangkatkan ke Taiwan untuk mengikuti workshop desain dan menghadiri Taiwan Golden Pin Design Awards.

"Untuk membuka wawasan dan meningkatkan kapasitas mereka," tuturnya usai mengumumkan IFCA di Bali Creative Industry Center (BCIC) Denpasar, Senin (26/11/2018).

Menurutnya, ajang ini merupakan salah satu upaya meningkatkan jumlah pengusaha muda. Data statistik dan hasil survey ekonomi kreatif BPS dan Bekraf 2017, sebanyak 78,53% pengusaha ekonomi kreatif berusia rentang 30-59 tahun. Adapun pengusaha muda usia di bawah 30 tahun khususnya sektor kreatif relatif masih sedikit yakni 10,68% dari total jumlah pengusaha kreatif.

"Dengan potensi bonus demografi yang akan dinikmati, sudah selayaknya untuk mendorong semakin banyak generasi muda menjadi pengusaha kreatif khusunya kriya dan fesyen," lanjutnya.

Apalagi, ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data BPS, PDB ekonomi kreatif pada 2016 mencapai Rp922,59 triliun, tumbuh 4,95% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nilai ekspor sektor ini pada 2016 senilai US$20 miliar dan berkontribusi sebesar 13,77% terhadap ekspor nasional. Sektor kriya dan fesyen memberikan kontribusi ekspor masing-masing sebesar 54,54% dan 39,01% dari total ekspor ekonomi kreatif.

Tag : desainer, industri kreatif
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top