Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Bukti Olahraga Saja Tak Cukup Cegah Penyakit Jantung

Sejumlah studi mengungkapkan bahwa melakukan aktivitas olahraga atau fisik selama 30 menit sehari bisa mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Desember 2018  |  11:55 WIB
Serangan jantung - boldsky.com
Serangan jantung - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA  - Sejumlah studi mengungkapkan bahwa melakukan aktivitas olahraga atau fisik selama 30 menit sehari bisa mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab utama kematian di dunia dengan angka 9,48 juta orang pada 2016.Tapi olahraga saja tidak cukup.

"Dalam menjaga kesehatan jantung itu tidak hanya satu sisi saja, tak hanya dengan berolahraga," ungkap Esti Nurjadin, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia ketika ditemui di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Paling tidak ada lima faktor yang bisa menjadi pedoman tentang bagaimana merawat kesehatan jantung sejak dini.  Yayasan Jantung Indonesia menyebutnya sebagai panca usaha sehat.

"Seimbangkan gizi, enyahkan rokok, hadapi stress, Atasi tekanan darah, dan teratur berolahraga," kata Esti.

Seorang atlet, yang notabene rutin melakukan kegiatan fisik, pun bisa memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular jika tidak menjalani gaya hidup sehat.

"Karena mungkin yang mereka pikirkan hanya satu sisi, hanya olahraganya saja yang mereka lihat tapi mereka tidak pernah melihat apakah makannya, gizinya bagus, apakah masih merokok, atau apakah punya stres tertentu," ujarnya.

Bisa juga karena mereka sudah merasa sehat dengan rajin berolahraga, tapi sebenarnya mereka memiliki kelainan. Jadi harus sekali-kali perlu memeriksakan ke dokter.

Periksa ke Dokter

Jadi, idealnya kapan harus memeriksakan kesehatan jantung ke dokter?

Esti mengungkapkan bahwa jika memang seseorang tidak ada faktor risiko seperti keturunan dan berat badan berlebih, mungkin pada usia 30 harus sudah mulai memeriksakan diri ke dokter. Lebih dini pun lebih baik, jadi bisa ketahuan sebenarnya kondisi badan dia seperti apa.

"Kalau berat badannya berlebihan sebaiknya sudah harus mulai memeriksakan diri," ujarnya.

Atlet maupun masyarakat umum yang melakoni olahraga kompetitif pun sebaiknya memeriksakan keadaan jantungnya sekali-kali.

"Karena ada juga kasus atlet yang sedang berolahraga meninggal mendadak.”

Kalau seseorang memiliki tingkat kolesterol tinggi dan sering pegal-pegal di pundak, itu salah satu gejala penyakit jantung. Ketika badan pegal berat terkadang orang berpikir hanya perlu pijat.

"Kita tidak menganggap hal itu serius, sebenarnya ada sinyal-sinyal, salah satunya kolesterol dan darah tinggi," jelas Esti.

Stres dan Marah

Kemudian, ketika seorang stres atau marah-marah di kantor, pasti tekanan darahnya tinggi, Jika tekanan darah tetap tinggi di luar kantor, maka perlu memeriksakan diri ke dokter

Namun, ada juga yang melampiaskan stres dengan meorkok, sehingga meningkatkarn risiko penyakit jantung dan darah tinggi.

 Ketika tembakau dibakar, maka nikotin masuk ke apru-paru, yang bisa masuk ke aliran darah dan otak, meningkatkan tekanan darah, hingga detak jantung, mempersempit pembuluh darah, dan membuat darah lebih mungkin membeku

Esti menyebut, pada dasarnya semua olahraga sehat untuk jantung, tapi bagi mereka yang pernah sakit jantung, disarankan melakukan olahraga yang aman untuk jantung

Olahraga yang paling aman adalah jalan, bersepeda, dan berenang. Olahraga yang sifatnya endurance, konstan, tidak seperti sepak bola, ada berlari, ada berhenti, yang membuat jantung tidak baik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olahraga sakit jantung

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top