Mengenang Ateng dan Iskak Lewat Film "Lagi Lagi Ateng"

Penggemar komedi Indonesia, bersiaplah dihibur lewat penayangan film Lagi Lagi Ateng pada 10 Januari 2019. Film ini merupakan persembahan khusus untuk mengenang pelawak legendaris Indonesia Ateng dan Iskak.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  12:48 WIB
Mengenang Ateng dan Iskak Lewat Film
Konferensi pers film Lagi-lagi Ateng - Tika Anggreni

Bisnis.com, JAKARTA - Penggemar komedi Indonesia, bersiaplah dihibur lewat penayangan film Lagi Lagi Ateng pada 10 Januari 2019. Film ini merupakan persembahan khusus untuk mengenang pelawak legendaris Indonesia Ateng dan Iskak. 

Nama Ateng tentu tak asing bagi pencinta film komedi. Pada masa kejayaannya era 1960-1990an, Ateng dan kawan-kawan sukses mengambil hati masyarakat lewat aksi-aksi lawak dalam film komedi seperti Ateng Kaya Mendadak, Ateng The Godfather, dan lain-lain. 

Tahun ini, sosok Ateng yang legendaris itu kembali diangkat ke layar lebar oleh 13 Entertainment, bersama Co-producer Dirgahayu Productions dan Ideosource Entertainment. Film ini akan menghidupkan lagi karakter Ateng dan Iskak dalam situasi modern. 

Film arahan Monti Tiwa ini berkisah tentang Ateng (Augie Fantinus) dan kembarannya Agung (Augie Fantinus) yang selama ini terpisah.
Diceritakan Ateng dan Iskak (Soleh Solihun) bertemu dengan Agung ketika pertama kali datang ke Jakarta. Akhirnya terkuaklah kisah bahwa sebetulnya mereka adalah saudara kembar.

Mereka kemudian menyadari bahwa keluarga mereka masih lengkap, sehingga timbul ide untuk bertukar tempat. Ateng akan bertemu ibunya yang bernama Ratna (Unique Pricilla) dan Agung bertemu ayahnya Budiman (Surya Saputra). Pertemuan kembali antara anak dan orang tua ini menjadi momen haru dari film komedi keluarga.

Monti mengatakan bahwa pada awalnya dia merasa menghidupkan karakter Ateng akan sangat susah, khususnya untuk mencari pemain yang berpostur tubuh yang sama dengan mendiang Ateng.

"Tadinya anggapan saya bahwa PR terberat saya adalah bagaimana caranya agar karakter Ateng tidak merusak memori penonton akan Ateng, tetapi syukurlah ketemu dengan Augie," kata Monti. Dia mengatakan Augie dapat memerankan sosok Ateng dan Agung dengan sangat baik. 

Dalam proses produksi, Monti mengatakan teknik pengambilan gambar yang hati-hati diperlukan untuk merekam adegan kembar yang diperankan oleh satu orang. Tetapi, Monti mengaku tidak menemukan hambatan berarti selama proses produksi.

Produser 13 Entertainment Manoj K. Samtani mengharapkan film ini dapat diterima oleh banyak kalangan. "Kalau harapan pasti sama seperti harapan semua pembuat film, 5 juta penonton," katanya berharap. 

Seluruh pihak produksi film Lagi Lagi Ateng berharap pesan-pesan moral yang ada dalam film dapat menjadi inspirasi bagi keluarga Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top