Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Barang Sama, tetapi Harga Jauh Beda, 'Kok' Bisa?

Perkembangan e-commerce di Indonesia cukup pesat. Platform belanja daring diburu masyarakat karena kemudahan dan kepraktisannya.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  11:53 WIB
Konsumen memilih produk di salah satu situs berjualan online saat program 12.12 di Kerten, Laweyan, Solo, Rabu (12/12). Sejumlah situs berjualan online menawarkan beragam menarik seperti diskon, gratis biaya pengiriman, dan flash sale untuk memeriahkan Hari Belanja Online Nasional. - JIBI/M. Ferri Setiawan
Konsumen memilih produk di salah satu situs berjualan online saat program 12.12 di Kerten, Laweyan, Solo, Rabu (12/12). Sejumlah situs berjualan online menawarkan beragam menarik seperti diskon, gratis biaya pengiriman, dan flash sale untuk memeriahkan Hari Belanja Online Nasional. - JIBI/M. Ferri Setiawan

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan e-commerce di Indonesia cukup pesat. Platform belanja daring diburu masyarakat karena kemudahan dan kepraktisannya. 

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2018 menunjukkan babwa sebanyak 50 juta penduduk Indonesia telah terbiasa berbelanja online. 

Hal ini terbukti dengan peningkatan transaksi belanja online sebanyak 32,85% pada Harbolnas 2018. Setiap e-commerce memberikan promosi ataupun potongan harga yang menggiurkan untuk menarik pembeli maupun reseller. 

Dengan penawaran yang menggiurkan itu, pembeli dan reseller berlomba mencari tempat belanja yang paling menguntungkan dengan harga yang murah.

Banyaknya e-commerce sebetulnya membuka kesempatan bagi konsumen untuk memilih tempat belanja yang paling murah. Sering kali, konsumen dapat membandingkan harga dari satu e-commerce dengan yang lainnya. Tak jarang, mereka akan menemukan barang yang sama tetapi harga jauh berbeda. 

Menurut chief marketing officer Jakmall.com Reza Aggi Prasetyo, perbedaan harga yang sangat signifikan bisa terjadi karena banyaknya reseller yang membuka lapak baru di berbagai e-commerce.

“Mereka membeli barang tersebut di e-commerce yang paling murah kemudian menjualnya kembali di e-commerce lain,” katanya. 

Itulah sebabnya Jakmall.com hadir sebagai salah satu e-commerce yang menjadi incaran para reseller untuk membeli barang-barang dengan harga yang lebih murah.

“Hal ini dapat menjadi peluang bisnis yang baik bagi mereka,” kata Reza.

Mengapa Jakmall.com bisa menjual produk  dengan sangat murah? Chief Business Development Officer Jakmall.com Sugiri R. Wijaya mengatakan bahwa pihaknya membuka kesempatan pendaftaran pada merchant yang berkualitas untuk menjual barangnya. 

Sistem kerja Jakmall.com sangat selektif dalam memilih penjual.

"Penjual di tempat kami harus memiliki stok produk sendiri atau langsung dari pusatnya," kata Sugiri.

Selain itu, tim Jakmall.com juga selalu melakukan verifikasi terhadap penjual dan kualitas barang yang dijual. 

“Kami juga bisa memberikan pelayanan kepada penjual untuk mengunggah foto produk, deskripsi, dan harganya melalui tim kami,” kata Sugiri.

Dengan perhatian lebih dan seleksi terhadap penjual, harga dan kualitas barang yang dijual di Jakmall.com menjadi lebih terjamin. 

Jakmall.com berkomitmen menciptakan sebuah platform yang menyediakan kesempatan bagi perrkembangan penjual untuk memasarkan produk dengan lebih baik. 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online ecommerce
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top