Ibu Hamil Alami Kejang Epilepsi, Berbahayakah untuk Bayi?

Penderita epilepsi rentan mengalami kejang akibat sel-sel saraf di otak yang mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat wanita hamil mengalami kesulitan dalam menjaga bayi agar tetap aman dan sehat di dalam kandungan.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  13:35 WIB
Ibu Hamil Alami Kejang Epilepsi, Berbahayakah untuk Bayi?
Penderita epilepsi rentan mengalami kejang akibat sel-sel saraf di otak yang mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat wanita hamil mengalami kesulitan dalam menjaga bayi agar tetap aman dan sehat di dalam kandungan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Epilepsi sering menjadi tantangan bagi ibu hamil karena menimbulkan risiko bagi sang buah hati.

Penderita epilepsi rentan mengalami kejang akibat sel-sel saraf di otak yang mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat wanita hamil mengalami kesulitan dalam menjaga bayi agar tetap aman dan sehat di dalam kandungan.

Penderita epilepsi kemungkinan besar mudah jatuh. Sering kali, ini dapat terjadi tanpa peringatan yang tepat. Jatuh pada bagian perut wanita hamil, terutama pada tahap lanjut kehamilan akan sangat berbahaya.

Meskipun bayi dilindungi cairan ketuban di dalam perut, faktanya, tekanan tinggi secara tiba-tiba dapat berdampak buruk. Dalam kebanyakan kasus, hal itu dapat menyebabkan plasenta terlepas dari dinding bagian dalam rahim. Secara medis dikenal sebagai solusio plasenta, sebuah komplikasi kehamilan yang serius.

Dalam kasus-kasus ekstrem, ini dapat menyebabkan beberapa bentuk cacat atau cacat seumur hidup pada bayi yang belum lahir. Hal ini juga berisiko membahayakan nyawa ibu dan bayi yang dikandung jika tidak segera ditangani.

Lantas bagaimana mendiagnosis dan mengantisipasinya?

Meskipun tes laboratorium mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi hasil, dalam kebanyakan kasus gejalanya cukup mudah diketahui. Wanita hamil yang menderita epilepsi mengalami kontraksi otot ritmis yang mirip dengan kejang otot. Selain itu juga merasakan sakit kepala ringan dan kelelahan.

Sensasi berdebar di daerah perut bagian bawah juga mungkin dialami. Selain itu, menggigit lidah dan sering buah air kecil juga menjadi hal-hal yang dialami wanita epilepsi selama trimester pertama kehamilan.

Selama berbulan-bulan, penderita juga mengalami sesak napas yang berlebihan dan kehilangan kesadaran. Jika Anda adalah seseorang yang sedang hamil dan mengalami satu atau lebih dari gejala yang disebutkan di atas, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Sementara itu, untuk mengantisipasinya, ketika Anda mengalami kejang, hal pertama dan terpenting yang harus Anda lakukan adalah mencoba mengambil kursi atau tempat tidur. Jatuh di lantai dapat membahayakan bayi Anda dalam jangka panjang.

Lalu, beri tahu orang-orang di sekitar tentang kondisi Anda sehingga mereka dapat segera membawa Anda ke dokter. Jadi, usahakan menghindari kondisi sendirian agar ketika mengalami kejang ada seseorang di sekitar yang merawat Anda dan bayi. 

Disarankan pula bagi wanita hamil untuk tidak melakukan perjalanan yang banyak. Selain itu, jangan sembarangan mengonsumsi obat epilepsi karena bisa jadi tidak aman bagi sang buah hati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ibu hamil, epilepsi

Sumber : Boldsky

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top