Ditinggal Karl Lagerfeld, Chanel Hadapi Ujian Terberat

Kepergian desainer dunia Karl Lagerfeld memberi tantangan terbesar bagi rumah mode Chanel sejak kematian pendirinya hampir separuh abad yang lalu.
Renat Sofie Andriani | 20 Februari 2019 16:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kepergian desainer dunia Karl Lagerfeld memberi tantangan terbesar bagi rumah mode Chanel sejak kematian pendirinya hampir separuh abad yang lalu.

Sejak 1983, Lagerfeld menakhodai alur kreativitas di Chanel dengan otoritas yang tak terbantahkan. Karakter dan etos kerja kerasnya membantu mengubah Chanel menjadi megabrand global dengan penjualan tahunan senilai US$9,6 miliar.

Sepeninggal Lagerfeld, seluruh koleksi Chanel menjadi tanggung jawab deputi kreatifnya, Virginie Viard. Namun tak dapat disangkal jika kepergian Lagerfeld pada Selasa (19/2/2019) di usia 85 tahun merupakan ujian yang berat untuk Chanel.

Hal penting untuk diperhatikan bagi masa depan brand ini adalah apakah Viard dapat lepas dari bayangan Lagerfeld dan menerapkan visinya sendiri dengan penuh percaya diri.

Chanel bisa juga mencari orang luar berpengalaman seperti Phoebe Philo, yang meninggalkan brand milik grup LVMH Celine tahun lalu atau Alber Elbaz, yang pernah berlaku sebagai creative director di rumah mode asal Prancis. Lanvin.

“Mereka akan mencari chief creative officer yang terkemuka, dan sementara itu mereka memiliki orang-orang yang sangat cakap di dalam timnya,” ujar Mario Ortelli, yang menjalankan sebuah perusahaan konsultan terkait barang-barang mewah.

“Setiap desainer di dunia akan senang sekali bekerja sama dengan Chanel,” tambahnya, sebagaimana dilansir Bloomberg.

Semasa hidupnya, Lagerfeld mengawasi delapan koleksi Chanel setiap tahun mulai dari karya musim semi, musim gugur, hingga couture. Ia juga merancang busana untuk rumah mode Italia, Fendi, dan label yang mengusung namanya sendiri.

Dengan tampilan unik kemeja berkerah tinggi, rambut putih berbuntut kuda, kacamata hitam dan sarung tangan hitam, Lagerfeld memiliki daftar panjang klien yang terdiri dari bintang internasional berkaliber tinggi macam aktris Cate Blanchett dan penyanyi Pharrell Williams.

Ketika bulan lalu Chanel menyampaikan pernyataan bahwa Lagerfeld kelelahan dan tak dapat tampil dalam suatu agenda fashion show di Paris, kabar ini merebut lebih banyak perhatian ketimbang segala hal tentang koleksi busananya. Wacana pun dengan cepat merebak mengenai rencana Chanel selanjutnya.

Menurut Chanel, Viard, kolaborator terdekat Lagerfeld selama lebih dari 30 tahun, telah dipercayakan untuk karya kreatif koleksi-koleksinya. Dengan demikian, warisan sang pendiri, Coco Chanel, dan Karl Lagerfeld dapat terus hidup.

Sementara itu, rumah mode Fendi yang juga menjadi tempat Lagerfeld menuangkan ide-ide kreativitasnya selama ini mengatakan terlalu dini untuk membicarakan pengganti Lagerfeld.

“Kami bermaksud menyisihkan waktu untuk menghormati masa hayat yang dihabiskannya serta memberi penghormatan yang layak,” terang pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Fendi tetap akan menghadirkan koleksi terbaru yang dirancang oleh Lagerfeld pada Kamis (21/2/2019), sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
desainer

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup