Upaya Menurunkan Angka Kematian Bayi dengan Sentuhan

Lewat Survei Demorafi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan angka kematian bayi di Indonesia menurun dari 32 per 1.000 kelahiran hidup pada 2012 menjadi 15 per 1.000 kelahiran hidup pada 2017.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 15 April 2019  |  21:03 WIB
Upaya Menurunkan Angka Kematian Bayi dengan Sentuhan
Seorang ibu menyusui bayinya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Lewat Survei Demorafi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan angka kematian bayi di Indonesia menurun dari 32 per 1.000 kelahiran hidup pada 2012 menjadi 15 per 1.000 kelahiran hidup pada 2017.

Meski menurun, untuk mencapai Sustainable Development Goals(SDGs) dan target pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi di Indonesia menjadi 12 per 1.000 kelahiran, masih diperlukan dukungan berbagai pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan bayi di Indonesia.

Brand Manager Johnson’s Wynne Lukman menyatakan guna membantu mengurangi angka kematian bayi, Johson’s neluncurkan kampanye bertajuk ‘Sentuhan Cinta’ untuk mengedukasi orang tua dalam memaksimalkan periode emas bayi agar mencapai pertumbuhan yang maksimal.

Dia mengatakan pijat merupakan cara yang luar biasa untuk membantu memperkuat ikatan Anda dengan bayi. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu kunci untuk perkembangan anak ke depannya.

Untuk itu, bersama dengan 22 Tim Edukasi Profesional Johnson’s akan mengedukasi para ibu di 15 kota Indonesia tentang pentingnya ‘sentuhan cinta’ orangtua di periode emas bayi lewat ritual pijat.

“Program ini adalah komitmen jangka panjang kami agar setiap bayi memiliki kehidupan yang sehat dan bahagia,” katanya dikutip Senin (15/4/2019).

Periode emas atau 1000 hari pertama kehidupan adalah periode yang istimewa dimana fondasi dari kesehatan, pertumbuhan, dan pengembangan saraf yang optimal selama hidup terbentuk.

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit St. Carolus Utami Roesli menyatakan pada 1000 hari kehidupan, otak bayi berkembang paling cepat, ususnya berkembang, menguat, dan fungsi kognitif mereka terbentuk.

“ Orang tua perlu lebih memusatkan perhatian dalam mengoptimalkan periode ini agar bayi mereka dapat hidup sehat, kuat, dan berbudi luhur. Mengoptimalkan 1000 HPK dengan antara lain memenuhi kebutuhan ASUH, ASAH, ASIH,”jelasnya.

Utami mengatakan kontak kulit saat menyusui merupakan ikatan emosional pertama bayi dengan ibu mereka dan hal tersebut mampu membantu untuk merangsang indera mereka serta merupakan kunci bagi kesehatan dan perkembangan si kecil.

Salah satu kontak fisik yang dapat dengan mudah dilakukan oleh orang tua terutama ayah - ayah ASI adalah melalui ritual pijat bayi yang akan membantu bonding, memperkuat imunitas, melancarkan peredaran darah, meningkatkan kesehatan psikologisnya, seperti melancarkan sistem pencernaan dan penyerapan makanan bagi bayi, memperkuat imunitas serta menambah kepadatan tulang.

“Selain itu, pijat bayi juga dapat mengurangi kerewelan bayi dan memberikan manfaat lebih untuk kesehatan bayi. Yang lebih penting lagi, pijat bayi meningkatkan keuntungan menyusui,” tambahnya.

Selain itu, kesehatan bayi juga sangat tergantung pada pengetahuan tentang perawatan bayi dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Nutrisi yang baik, kebersihan, imunisasi dan kualitas layanan kesehatan, termasuk kasih sayang serta stimulasi yang memadai akan meningkatkan kelangsungan hidup bayi dan mengoptimalkan kualitas hidup mereka. Dengan demikian, pemantauan kesehatan merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh orangtua, terutama di periode emas bayi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bayi

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top