Sedang Liburan di Sri Lanka, Penyanyi Shanty Ungkap Selamat dari Insiden Bom

Penyanyi Shanty mengungkapkan rasa kaget sekaligus syukur karena terhindar dari insiden pengeboman yang terjadi di sejumlah lokasi di Sri Lanka. Shanty diketahui tengah berada di negara selatan India itu untuk berlibur bersama keluarga.
Iim Fathimah Timorria | 22 April 2019 10:43 WIB
Shanty Paredes - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Penyanyi Shanty mengungkapkan rasa kaget sekaligus syukur karena terhindar dari insiden pengeboman yang terjadi di sejumlah lokasi di Sri Lanka. Shanty diketahui tengah berada di negara selatan India itu untuk berlibur bersama keluarga.

Melalui sebuah video yang ia unggah di akun Instagram pribadinya @shantyparedes pada Minggu (21/4/2019), Shanty mengutarakan rasa belasungkawa dan duka cita kepada para korban. Ia mengaku sedih aksi keji seperti itu terjadi di negara seindah Sri Lanka dan menyasar umat Kristiani yang tengah memperingati Paskah.

Dalam keterangan video tersebut, Shanty juga mengaku bersyukur bisa selamat dari insiden. Pasalnya, beberapa hari lalu ia baru saja melewati Hotel Shangri-La di ibu kota Kolombo, salah satu lokasi yang menjadi target pengeboman.

"Kemarin baru saja kami ada di Colombo. Kami amat beruntung kini berada di lokasi yang jauh dari pengeboman, namun kemarin kami masih berada di Kolombo dan menyetir melewati Hotel Shangri-La yang dibom," ungkap Shanty.

"Tuhan melindungi keluarga kami! Ingatlah bahwa kita berbagi planet ini dengan seluruh umat manusia dan agama. Tak perlu membenci, saling membunuh! Apa gunanya? Hal itu sia-sia dan tak berperasaan," sambungnya.

Bom yang terjadi di sejumlah lokasi di Sri Lanka terjadi di tengah perayaan Paskah di negeri itu. Setidaknya tiga gereja dan tiga hotel papan atas menjadi target pengeboman.

Sampai Senin (22/4/2019), serangkaian insiden bom tersebut dikabarkan telah menelan korban jiwa sampai 290 orang dan melukai lebih dari 400 orang.

Peristiwa paling mematikan sejak perang saudara berakhir di Sri Lanka 10 tahun lalu ini memaksa pemerintah setempat memberlakukan jam malam dan menutup akses ke Facebook dan WhatsApp. Masih belum jelas kapan kebijakan ini akan dicabut.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri lanka

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup