Mengubah Hidup dengan Mengganti Gaya Komunikasi

Salah satu penentu kesuksesan seseorang adalah kemampuan komunikasi yang tepat untuk menjadi pribadi yang lebih hebat. Sayangnya, tidak semua orang terlahir dengan kecakapan komunikasi yang baik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 April 2019  |  18:41 WIB
Mengubah Hidup dengan Mengganti Gaya Komunikasi
Hilbram Dunar - linkedin

Bisnis.com, JAKARTA - Ada segudang resep untuk meraih kesuksesan dalam hidup yang disajikan dalam buku-buku dan seminar-seminar motivasi. Salah satu yang paling penting adalah kemampuan komunikasi yang tepat untuk menjadi pribadi yang lebih hebat.

Sayangnya, tidak semua orang terlahir dengan kecakapan komunikasi yang baik. Menurut survey Chapman University pada 2016, di negara maju seperti Amerika Serikat saja, terdapat 25,9% warganya yang ketakutan berbicara di depan umum.

Selain itu, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan oleg Columbia University, rasa takut berbicara di depan umum masuk ke dalam kategori social phobia yang bisa berdampak negatif terhadap karier dan pekerjaan seseorang.

Penelitian tersebut juga memerinci bahwa mereka yang takut berbicara di depan umum, berpeluang mendapatkan gaji 10% lebih rendah dibandingkan yang tidak memiliki masalah ini. Ketidakmampuan berbicara di depan umum juga dapat menurunkan peluang dipromosikan ke tingkat manajerial lebih tinggi hingga 15%.

Hilbram Dunar, public speaker sekaligus penyiar radio mengatakan kemampuan berbicara di depan umum yang andal adalah akselerator seseorang untuk meraih sukses. Hilbram membagikan tiga hal utama yang perlu dicermati jika seseorang ingin bertransformasi menjadi pribadi yang pandai berbicara di depan khalayak. Pertama, tulus.

"Kalau berbicara dengan tulus itu semangatnya ada, ngomongnya jujur, orang juga nyaman mendengarkan," kata Hilbram.

Kedua, original atau menjadi diri sendiri. Namun demikian, Hilbram menggarisbawahi bahwa menjadi original tidak bisa berhenti pada menjadi diri sendiri saja, tetapi menjadi diri sendiri yang lebih hebat.

"Menjadi diri sendiri buat saya adalah salah satu nasehat paling berbahaya. Bagaimana kalau Anda berpikir untuk menjadi diri sendiri, padahal Anda belum mencapai tingkat maksimal dalam kepribadian?" ujarnya.

Ketiga, pintar. Penting sekali bagi seorang pembicara ulung untuk memiliki pengetahuan yang luas dan perspektif yang beragam mengenai segala hal. Menjadi pintar adalah syarat wajib bagi seorang pembicara untuk memiliki magnet didengar dan dimengerti.

Jika disatukan, ketiga strategi tersebut membentuk sebuah akronim, TOP. Satu lagi kunci utama pembicara top, kata Hilbram, adalah kemampuan mendengarkan untuk mengerti. Dia mengatakan, banyak orang yang mendengarkan sekedar untuk menjawab. Padahal, kemampuan tertarik pada apa yang dibicarakan orang, juga akan menarik lawan bicara untuk mendengarkan. “Harus punya keinginan tulus untuk mendengarkan apa yang orang ingin katakana,” katanya.

Pada akhirnya hakikat komunikasi menurut Hilbram adalah jembatan yang mampu menghubungkan potensi seseorang dengan kesuksesan yang ingin diraihnya.

"Karena dalam komunikasi yang tepat ada rezeki yang hebat," ujar Hilbram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inspirasi hidup

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top