Monita Tahalea Sajikan Kolaborasi Lagu & Puisi Tiga Menguak Takdir

Penyanyi dan penulis lagu Monita Tahalea mempersembahkan pertunjukan bertajuk Tiga Menguak Takdir dalam Melodi bekerja sama dengan Galeri Indonesia Kaya.
Syaiful Millah | 12 Mei 2019 03:34 WIB
Pertunjukan musik dan melodi puisi dari buku Tiga Menguak Takdir oleh Monita Tahalea (kanan) bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta pada Sabtu (11/5/2019). - Bisnis.com/Syaiful Millah

Bisnis.com, JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu Monita Tahalea mempersembahkan pertunjukan bertajuk Tiga Menguak Takdir dalam Melodi bekerja sama dengan Galeri Indonesia Kaya yang mengangkat tema umum Wanita dan Sastra pada Sabtu (11/5/2019).

Pertunjukan tersebut mengkolaborasikan lagu-lagu karya Monita Tahalea dan sajak-sajak puisi dari buku Tiga Menguak Takdir yaitu Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani.

Selama kurang lebih 60 menit lamanya, Monita membawakan lagu-lagu miliknya seperti Bisu, Perahu, Hope, Sesaat yang Abadi, dan Memulai Kembali dengan sentuhan yang lebih melankolis diselingi pembacaan sajak dari buku puisi para Sastrawan ternama itu.

Adapun, beberapa puisi yang dibawakan oleh Monita dalam kesempatan itu misalnya Surat dari Ibu karya Asrul Sani, Sadjak Buat Adik karya Rivai Apin, serta Cerita Buat Dien Tamaela karya Chairil Anwar.

“Sebenernya lirik dari lagu-lagu aku itu banyak yang terinspirasi dari penggalan puisi para sastrawan Indonesia, tapi ini pertama kalinya membawakan konsep seperti ini. Deg-degan karena bacain karya para maestro, tapi penonton juga kelihatannya pada suka,” tuturnya ditemui usai pertunjukan.

Dalam pertunjukan melodi puisi itu juga Monita memperkenalkan lagu terbarunya yang berjudul Jauh Nan Teduh yang merupakan salah satu lagi dari album ketiga yang bakal dirilisnya.

Monita dalam kalimat penutupnya di atas panggung juga menyampaikan harapan agar lebih banyak generasi muda yang lebih mencintai dan mengapresiasi karya sastra, “Sebagai generasi penerus bangsa kita harus terus mempelajari karya sastra agar tetap lestari dan menjadi inspirasi,” ujarnya.

Tiga Menguak Takdir merupakan buku kumpulan puisi yang pertama kali diterbitkan pada 1950. Buku ini berisi tiga bagian yang memuat 27 judul puisi, yaitu karya Chairil Anwar (10 judul), Rivai Apin (9 judul), dan Asrul Sani (8 judul).

Buku ini juga mengajak kita untuk lebih menyelami pemikiran dan perasaan ketiga sastrawan yang berasal dari latar belakang berbeda, tapi tetap menyatu dalam mencapai cita-cita yang mereka sebut sebagai “suatu tujuan takdir’.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik, monita tahale

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup