4 Fakta Cacar Monyet yang Berawal dari Afrika

Singapura tengah dihebohkan dengan kasus cacar monyet atau monkeypox, pekan lalu.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  13:42 WIB
4 Fakta Cacar Monyet yang Berawal dari Afrika
Cacar monyet atau monkeypox - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Singapura tengah dihebohkan dengan kasus cacar monyet atau monkeypox, pekan lalu.

Seorang pria asal Nigeria yang tiba di negara itu pada 28 April 2019, terbukti terinfeksi virus cacar air pada 8 Mei 2019. Kasus ini membuat negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, meningkatkan kewaspadaan.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini ditularkan dari hewan ke manusia. Gejalanya hampir sama dengan cacar yang dialami manusia, tapi lebih ringan. 

Di Indonesia, virus ini belum banyak diketahui. Berikut fakta tentang virus ini.

1. Berawal di Afrika

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis, atau infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata atau manusia atau sebaliknya. Virus langka ini awalnya ditemui di bagian terpencil di Afrika Tengah dan Barat, dekat hutan hujan tropis.

Virus menginfeksi manusia pertama kali pada 1970 di Republik Demokratik Kongo (sekarang Zaire) pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun.

Sejak itu, kasus ini terdengar di beberapa daerah pedesaan di Lembah Kongo dan Afrika Barat. Tapi antara 1996-1997 sempat terjadi wabah di negara ini.  

Pada 2003, cacar monyet terjadi di Amerika Serikat. Ini dilaporkan sebagai kasus pertama di luar Afrika. Kabarnya, sebagian besar pasien sebelumnya kontak dengan anjing yang tertular virus ini dari tikus asal Afrika. Tahun lalu, kasus yang sama terjadi di Inggris. 

2. Mirip cacar manusia

Virus cacar monyet mirip dengan cacar manusia, wabah yang telah diberantas pada 1980. Meski lebih ringan, dampak virus ini bisa fatal.

3. Ditularkan dari binatang liar

Virus cacar monyet ditularkan ke manusia dari beberapa jenis binatang liar seperti tikus dan primata. Tapi penyebarannya hampir tidak terjadi dari manusia ke manusia alias sekunder terbatas, tapi bukan tidak mungkin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan dari manusia ke manusia juga dapat terjadi lewat kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita, atau objek yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita.

4. Tidak ada vaksin spesifik 

Tidak ada perawatan spesifik atau vaksin khusus yang tersedia untuk virus ini. Tapi, menurut WHO, vaksin cacar biasa cukup efektif mengurangi risiko terinfeksi cacar monyet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus, afrika, cacar air, penyakit menular

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top