Hindari Kematian, Kenali Gejala Talasemia Sedini Mungkin

Talasemia merupakan penyakit yang disebabkan berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia, sehingga sel darah merah mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  20:01 WIB
Hindari Kematian, Kenali Gejala Talasemia Sedini Mungkin
Petugas medis memeriksa stok darah di ruang penyimpanan darah PMI, Malang, Jawa Timur, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA – Bagi sebagian orang kelainan darah Talasemia mungkin sudah sering didengar. Namun, sayangnya tak banyak yang mengetahui gejala penyakit ini.

Talasemia merupakan penyakit yang disebabkan berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia, sehingga sel darah merah mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah.

Talasemia pada umumnya ditemui di negara yang termasuk dalam thalassemia belt salah satunya di dalamnya Indonesia. Bahkan, data menyebutkan kalau ada sekitar 20 juta penduduk Indonesia yang membawa kelainan gen ini.

Pada 2016, terdapat 9.121 pasien talasemia mayor sehingga bisa dikatakan masih banyak penduduk yang belum teridentifikasi mengidap penyakit ini.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui seseorang menderita talasemia?

Dokter spesialis penyakit dalam T. Djumhana Atmakusumah menyebutkan ada empat cara mengetahui apakah seseorang menderita talasemia.

Pertama, memiliki riwayat keluarga dengan talasemia atau transfusi berulang. Kedua, gejala yang bervariasi, paling sering ditemui adalah pucat atau lemas akibat anemia.

Ketiga berdasarkan jenis nya yaitu talasemia mayor yang umum diketahui sejak lahir. Gejalanya seperti pucat, lemah, lesu, sering sakit dan perut membuncit. Pasien seperti ini biasanya membutuhkan transfusi seumur hidupnya setiap 2-4 kali seminggu. Talasemia intermedia biasanya baru didiagnosis saat anak sudah semakin besar dan membutuhkan transfusi darah rutin, dan talasemia minor/trait/pembawa sifat biasanya tidak bergejala dan tubuh tampak normal namun kadar hemoglobinnya sedikit di bawah normal.

Keempat, melalui pemeriksaan darah, dapat ditemukan kadar hemoglobin yang rendah, kadar MCV dan MCH yang rendah, hasil analisa hemoglobin yang abnormal.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyakit, darah

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup