Sepatu Lari Ikonik Adidas Consortium

Sejak pertama kali diciptakan, adidas Consortium selalu memberikan sentuhan kreatif yang segar pada gaya ikonik yang telah dikembangkan adidas selama beberapa dekade lamanya.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  01:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak pertama kali diciptakan, adidas Consortium selalu memberikan sentuhan kreatif yang segar pada gaya ikonik yang telah dikembangkan adidas selama beberapa dekade lamanya.

Adidas Consortium memberikan tampilan yang sepenuhnya baru bagi teknologi performa tinggi yang ada pada sportswear adidas, serta komitmen terhadap aspek keterampilan. Pada musim kali ini, adidas Consortium merilis model yang sedikit berbeda dari Consortium biasanya, dengan sejumlah rilisan produk yang seluruh proses desainnya dikerjakan sendiri.

Kendati demikian, rilisan musim ini tetap mengusung semangat lini produk Consortium, serta selebrasi para kreator visioner yang mengambil fitur dari produk terdahulu namun di saat yang sama juga melihat ke masa depan. Salah satunya diwujudkan dalam tiga versi adidas UltraBOOST 19 yang unik – sebuah model yang belum pernah dikerjakan oleh adidas Consortium sebelumnya. adidas Consortium mengajak kita untuk melupakan sejenak hal yang kita ketahui sebelumnya mengenai lari.

Ajakan ini juga yang mendorong lahirnya kreasi UltraBOOST 19, salah satu sepatu lari performa adidas yang paling bergengsi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan bentuk yang propulsif dan ringan, UltraBOOST 19 memanfaatkan sejumlah teknologi terbaru adidas. Bagian badan kakinya terbuat dari Primeknit 360, bahan yang diciptakan khusus untuk lekukan sempurna dengan support yang sesuai target.

Solnya terbuat dari BOOST, bantalan yang paling responsif di sepanjang sejarah adidas, dengan teknologi Torsion Spring yang diintegrasikan pada midsole untuk dukungan yang lebih maksimal ketika mendarat dan propulsi saat lepas landas. Kerangka tumit sepatu dibentuk 3D untuk memberikan pergerakan yang optimal bagi tendon achilles.

Setiap versi Consortium terinspirasi dari koleksi sepatu lari adidas ikonik yang sudah pernah dirilis sebelumnya, serta dari elemen-elemen yang terdapat pada sepatu adidas di masa lalu – yang paling terlihat jelas adalah fitur tambahan Torsion bar. Diciptakan oleh Jacques Chassaing, desainer lini sepatu ZX orisinal, Torsion bar menghubungkan kaki bagian belakang dan depan sehingga stabilitas dan dukungan untuk setiap bagian kaki pun menjadi lebih meningkat saat dikenakan pada medan yang beragam. Setiap versi Consortium juga dibuat eksklusif untuk satu wilayah, guna merayakan aspek global dari Consortium namun tetap menghormati karakter setiap wilayah yang unik.

Rilisan edisi Asia merupakan sebuah penghormatan terhadap sepatu lari ZX 9000 yang ikonik. ZX 9000 orisinal awalnya dirilis pada tahun 1989 dan dianggap sebagai sepatu performa tinggi dengan kualitas estetik – fitur yang saat itu dianggap sama hebatnya dengan UltraBOOST 19 sekarang. Warna teal dari gabungan biru dan hijau klasik yang dulu digunakan pada ZX 9000 kini digunakan pada upper Primeknit UltraBOOST 19, yang dirajut menjadi dua panel berbeda namun tetap dibuat berbaur.

Detail Three-Stripes dalam dua warnanya juga mengadopsi gaya desain yang muncul di hampir semua sepatu lini ZX, mengingatkan kita pada era masa lalu namun tetap berada di masa kini melalui penempatan grafik yang berbeda di dalam TPU cage. Sentuhan warna merah terang juga terdapat di bagian kerangka tumit sepatu.

Untuk Eropa, adidas Consortium hadirkan UltraBOOST 19 dalam warna putih klasik dan hijau yang dulu diterapkan pada 91 – sepatu performa yang unggul di tahun 1990-an. Upper Primeknit-nya dibuat dari tekstil berwarna abu-abu, krem dan putih, serta TPU cage dan tali yang dibuat dalam warna off-white.

“Kanvas baru” inilah yang memberikan efek maksimum pada corak warna hijau yang tampil di motif ikonik Three-Stripes, di sekitar kerangka tumit sepatu yang sederhana, serta midsole BOOST yang berwarna putih bersih. Variasi terakhir adalah rilisan eksklusif untuk Amerika Serikat. Warna biru gelap dan emasnya merujuk pada salah satu sepatu lari orisinal adidas yang paling ringan, yaitu SL 80. Sama seperti namanya, SL 80 dirilis pada tahun 1980. Seri ini mungkin kurang begitu terkenal seperti SL 72, pendahulunya didesain khusus untuk Olimpiade Munich delapan tahun sebelumnya. Namun,

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
adidas

Editor : Sutarno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top