Cara Membuat Kulit Sehat Selama Ramadan

“Istirahat yang cukup, kurangi stres, hindari rokok dan alkohol, serta pastikan kulit terlindungi dari sinar matahari langsung,” ujarnya.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  07:53 WIB
Cara Membuat Kulit Sehat Selama Ramadan
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, JAKARTA –Jelang Idulfitri, setiap orang tentu menginginkan penampilan yang paripurna. Salah satunya adalah kulit yang tampak sehat dan bercahaya.

Baik laki-laki maupun perempuan mendambakan kulit yang sehat, terawat, dan bebas masalah untuk menambah tingkat kepercayaan diri ketika bersilaturahmi di hari yang fitri.

Masalah pada kulit seperti pigmentasi, jerawat, kemerahan, kerutan, dan lainnya pada kulit tentu mengganggu. Tidak hanya masalah kesehatan, urusan estetika kulit juga menjadi persoalan yang bisa mempengaruhi penampilan. Itulah sebabnya, sebelum merayakan momen yang berbahagia, penting sekali melakukan proteksi maupun terapi untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bercahaya.

Dokter spesialis dermatovenereologi Bamed Skin Care Jakarta Ika Anggraini mengatakan, proteksi kulit harus dimulai selama Ramadan. Salah satu perlindungan yang harus dilakukan demi kulit adalah menghindari agar kulit tidak mengalami dehidrasi.

Kulit yang sehat ditandai dengan penampilan yang lembab. Kulit yang terhidrasi dengan baik biasanya dapat teregenerasi dengan baik pula.

“Sering kali kendala untuk menjaga hidrasi kulit terjadi selama Ramadan karena perubahan pola asupan makanan,” katanya.

Saat proses metabolisme terjadi dalam tubuh, sekresi cairan dari keringat dan buang air kecil terjadi. Apabila seseorang kekurangan asupan cairan, kulit dapat mengalami dehidrasi.

Seseorang yang mengalami dehidrasi pada kulit akan membuat kulit kering disertai dengan terganggunya barrier kulit. Hal ini dapat menyebabkan bakteri ataupun bahan iritan lainnya lebih mudah masuk ke dalam kulit sehingga kulit menjadi bermasalah.

Kulit dehidrasi juga sering bikin tidak nyaman karena kulit terasa kering, seperti tertarik, bersisik, dan gatal. Dehidrasi kulit dapat terjadi pada semua jenis kulit.

Ika mengatakan bahwa asupan cairan penting diperhatikan selama Ramadan yaitu dengan mengonsumsi air minimal 2 liter atau 8 gelas per hari. “Pada masa puasa dapat mengakalinya dengan minum 2 gelas air saat berbuka, 2 gelas saat sahur, dan 4 gelas saat makan malam menjelang tidur,” katanya. Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung air seperti selada, semangka, jeruk, dan sebagainya.

“Hindari asupan yang bersifat diuretik seperti kafein karena mempermudah hilangnya cairan dari tubuh,” katanya lagi. Bahkan, sinar matahari yang berlebihan juga sebaiknya dihindari karena suhu panas dapat meningkatkan keringat.

Kalaupun harus berolahraga, sebaiknya dilakukan saat berbuka puasa saja ketika kebutuhan cairan sudah dipenuhi. Biasanya hasil olahraga akan lebih optimal jika tubuh dalam keadaan terhidrasi dengan baik.

“Demi hidrasi kulit yang baik, mandi dua kali sehari dengan air dingin biasa atau suam kuku. Gunakan sabun berpelembap dan krim pelembap secara rutin untuk mempertahankan kelembapan kulit.”

PENANGANAN GANDA

Kalau masalah kulit seperti kulit kering, kusam, berjerawat, pori-pori membesar, dan garis kerutan tampak lebih nyata telanjur terjadi, apa yang harus dilakukan?

Dokter spesialis kulit dan kelamin Conny Melly Rosdiana menganjurkan untuk melakukan terapi kombinasi.

Masalah kulit yang beragam dan ingin diselesaikan lebih tuntas dapat diberikan terapi kombinasi yang terdiri dari mikrodermabrasi, rejuvenating peel, oxigeneo, intraceutical, dan skin booster. Penggabungan beberapa prosedur tindakan medis peremajaan dapat mengatasi berbagai aspek masalah kulit.

Peeling misalnya, dapat dilakukan untuk proses eksfoliasi kulit mati untuk mengurangi jerawat, bekas jerawat, dan kelainan pigmen. Kombinasi dengan mikrodermabrasi juga dapat meremajakan kulit dengan pengangkatan kulit mati secara mekanik untuk mengangkat penumpukan sel kulit mati penyebab komedo dan wajah kusam.

“Untuk melakukan terapi ini, dokter akan menilai kondisi pasien terlebih dahulu guna menentukan terapi kombinasi yang tepat sesuai kebutuhannya,” ujarnya. Terapi kombinasi pada umumnya didukung oleh teknologi laser dan radio frekuensi. Dengan prosedur ini biasanya hasil optimal yang diharapkan dapat tercapai dengan risiko efek samping yang minim.

Setelah terapi, Conny menganjurkan untuk tetap mengikuti instruksi perawatan pascatindakan. Menurutnya, setelah perawatan sebaiknya pasien menghindari paparan sinar matahari langsung dengan rutin menggunakan tabir surya. “Dilarang juga menggunakan krim malam 3—7 hari setelah tindakan,” katanya lagi.

Katakanlah seseorang melakukan tindakan terapi laser ablatif seperti laser carbon dioxide fractional. Setelah terapi yang bermanfaat untuk mengatasi jaringan parut karena penuaan kulit ini, pasien tidak boleh menggaruk wajah atau mengelupas kulit wajah.

Pada masa pemulihan pascatindakan, sebaiknya menggunakan pembersih wajah yang lembut dan tidak menggunakan mekap. “Hasil tindakan tidak akan langsung kelihatan sehingga pasien perlu datang ke dokter jauh hari sebelum momen bahagia,” kata.

Sekalipun telah banyak teknologi dan jenis terapi perawatan kulit, pada dasarnya untuk mendapatkan kulit yang sehat harus disertai dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Konsumsilah makanan-makanan yang kaya nutrisi dan antioksidan seperti sayuran dan buah.

“Istirahat yang cukup, kurangi stres, hindari rokok dan alkohol, serta pastikan kulit terlindungi dari sinar matahari langsung,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kulit

Sumber : Bisnis Indonesia Weekend

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top