Perempuan Bisa Sukses Lewat Teknologi

Menjalankan bisnis teknologi bukan hal yang mudah. Hal tersebut juga dialami oleh Co-Founder & CEO Qerja Veronika Linardi. Namun, perkembangan teknologi justru menjadi sebuah keuntungan bagi perempuan untuk terus bekerja.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  10:16 WIB
Perempuan Bisa Sukses Lewat Teknologi
Perempuan mandiri - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjalankan bisnis teknologi bukan hal yang mudah. Hal tersebut juga dialami oleh Co-Founder & CEO Qerja Veronika Linardi.

Dia mengakui peran perempuan di dunia teknologi berlu begitu besar. Kendati begitu, seiring dengan adanya perkembangan teknologi yang pesat saat ini, semakin banyak perempuan yang mulai tertarik bidang tersebut.

Veronika menilai tidak ada batasan untuk mengembangan kemampuan di bidang teknologi, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Menurutnya, masing-masing memiliki peluang. Apalagi, perusahaan startup di Indonesia terus berkembang.

Banyak investor global yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut dapat menambah kepercayaan mereka untuk berkarya di dunia digital.

“Buktinya sudah ada beberapa startup unicorn, saya kira peluangnya masih sangat besar, termasuk untuk perempuan-perempuan Indonesia,” kata Veronika kepada Bisnis.com.

Dengan adanya perkembangan teknologi, justru menjadi sebuah keuntungan bagi perempuan untuk terus bekerja.

Kecanggihan teknologi dapat membuat jam kerja yang lebih fleksibel. Misalnya saja ibu rumah tangga dapat memanfaatkan media sosial untuk mencari pekerjaan tambahan tanpa meninggalkan kewajibannya untuk keluarga mereka.

“Sekarang ini banyak profesi baru dari dunia digital misalnya blogger hingga youtuber,” tambahnya.

Kendati begitu, secara teknis tentang teknologi itu, perempuan-perempuan masih membutuhkan edukasi yang lebih dalam. Artinya masih diperlukan edukasi yang lebih luas untuk mampu bersaing di dunia teknologi.

Belum lagi, di bidang tersebut banyak istilah-istilah baru, seperti coding misalnya yang harusnya diketahui. Untuk itu, kerja sama dari berbagai pihak termasuk pemerintah terus digalakkan.

“Yang kita butuhkan edukasi mulai dari untuk meningkatkan skill, dan juga financial learning bagi perempuan. Apalagi untuk pekerjaan tertentu memang membutuhkan pendidikan yang tinggi."

Veronika mendirikan Qerja untuk mendobrak hal tabu dalam membicarakan gaji, serta hal-hal lain seputar pengembangan karier. Platform ini berawal dari sebuah riset yang menunjukkan tingkat kepuasan kerja orang Indonesia sangat rendah. Penyebabnya beragam, mulai dari kompensasi yang kecil hingga kesempatan kurang untuk mengembangkan karier.

Veronika berani keluar dari zona nyamannya dan mempelajari hal baru. Menurutnya setiap hari yang dijalankannya adalah sebuah kesempatan.

Kini, dia menjadi salah satu contoh perempuan yang berhasil mengelola perusahaan di bidang teknologi, yakni di Qerja yang merupakan platform pencarian lowongan pekerjaan, serta membuktikan bahwa perempuan bisa sukses lewat teknologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi, perempuan

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top