Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bahan Kimia Obat Kumur Berbahaya, Pakai Spray Alami ini

Mahasiswa Universitas Brawijaya menciptakan spray mengatasi bau mulut dengan bahan alami yang tidak ada efek negatifnya.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  21:49 WIB
Bahan Kimia Obat Kumur Berbahaya, Pakai Spray Alami ini
lima mahasiswa UB menunjukkan spray anti bau mulut B/SPRAY./foto: Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MALANG—Mahasiswa Universitas Brawijaya menciptakan spray mengatasi bau mulut dengan bahan alami yang tidak ada efek negatifnya.

Pranaya Arya Satya, mahasiswa Fakultas Peternakan (FAPET) 2015, salah satu pembuat spry yang diberi nama B-SPRAY itu, mengatakan nafas yang segar dapat menjadi salah satu faktor penentu kesehatan rongga mulut dan dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang.

“Bau mulut yang kurang sedap dapat mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang,” katanya di Malang, Jumat (5/7/2019).

Faktor penyebab bau mulut antara lain akibat mengkonsumsi makanan yang beraroma menyengat sehingga merangsang aktivitas bakteri yang berada di rongga mulut.

Penggunaan obat kumur antiseptik menjadi salah satu solusi preventif terhadap kasus bau mulut di masyarakat.

Namun kandungan bahan kimia dalam obat kumur yang beredar di pasaran dapat menyebabkan efek negatif seperti rasa kering dan terbakar pada mulut. Bahan alami yang dapat digunakan dalam formulasi obat kumur yaitu bahan-bahan yang mengandung senyawa antibakteri.

Beberapa bahan yang mengandung senyawa antibakteri, yakni  propolis dan biji pepaya. Propolis dapat diperoleh dari sarang lebah Trigona sp. Lebah tersebut merupakan spesialis lebah penghasil propolis yang mengandung flavonoid dan  berkhasiat sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antioksidan, antiinflamasi dan kariostatik.

“Sedangkan biji pepaya (carica papaya) mengandung terpenoid, karpain, dan flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri dan dapat membunuh bakteri dengan merusak integritas membran sel bakteri tersebut,” katanya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, dia bersama empat maghasiwa UB lainnya, yakni  Fidhatul Fajrika Julian (FKG (Fakultas Kedokteran Gigi)/2016), Afina Muti’ah Tuhepaly (FKG/2016), Ahmad Ghozali (FAPET/2016) dan Wenning Firda Sari (FIA (Fakultas Ilmu Administrasi)/2015) berhasil mengombinasikan dua bahan alami tersebut menjadi produk natural antiseptic mouth spray yang diberi nama “B-SPRAY” untuk mencegah bau mulut.

Penggunaan B-SPRAY mampu menjadi solusi preventif dalam mencegah bau mulut. Selain itu, B-SPRAY memiliki berbagai varian rasa antara lain jeruk, apel dan sirsak.

Beberapa proses pengujian untuk menjamin kualitas produk meliputi uji aktivitas antibakteri, uji TPC dan uji organoleptik.

Potensi komersialisasi B-SPRAY cukup terbuka mengingat kebutuhan obat-obatan alami dalam industri farmasi sangat dibutuhkan sejalan dengan himbauan dari Kementerian Kesehatan RI agar masyarakat beralih menggunakan obat-obatan alami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas brawijaya mulut
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top