3 Faktor Bisnis Perhiasan Dalam Negeri Masih Prospektif

Bisnis perhiasan dalam negeri dinilai memiliki peluang pasar yang masih sangat potensial dan peluang pertumbuhan yang besar.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 06 Juli 2019  |  20:36 WIB
3 Faktor Bisnis Perhiasan Dalam Negeri Masih Prospektif
Perhiasan berlian - Asteria Desi Kartika Sari

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis perhiasan dalam negeri dinilai memiliki peluang pasar yang masih sangat potensial dan peluang pertumbuhan yang besar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ivan Lingga, Direktur Marketing Lino & Sons, yang merupakan merek produsen perhiasan lokal. Menurutnya, industri dan bisnis perhiasan dalam negeri maasih terbilang prospektif karena beberapa hal.

Pertama, Ivan mengatakan perhiasan emas dan berlian masih sangat laku di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, “Ini kaitannya dengan nilai tukar mata uangnya terhadap dollar, terlebih kan inflasi di negara berkembang bisa dibilang tinggi. Jadi emas dan juga perhiasan masih sangat di minati,” katanya kepada Bisnis.

Kedua, jumlah penduduk di Indonesia yang sangat besar juga menjadi peluang pasar. Terlebih, lanjutnya, saat ini masyarakat telah banyak yang masuk ke kelas menengah (the rising middle income). Ketiga, membeli emas dan perhiasan telah menjadi budaya bagi masyarakat.

“Tidak bisa dipungkiri dari dulu orang Indonesia sudah diajarkan untuk membeli emas kalau ada apa-apa. Ini terjadi tidak hanya bagi masyarakat atas aja, tapi hampir di semua lapisan. Jadi saya bilang ini menjadi salah satu faktor kalau bisnis perhiasan sendiri bakal terus tumbuh,” ujarnya.

Lino & Sons sendiri saat ini menyediakan berbagai kategori produk perhiasan mulai untuk keperluan fesyen hingga keperluan lainnya seperti pernikahan (bridal). Ivan mengatakan bahwa pihaknya memang mengusung tema everyday wear dan affordable luxury.

Untuk kapasitas produksi perhiasan, Ivan mengatakan Lino & Sons bukan menggunakan konsep stok (make to stock) melainkan pembuatan berdasarkan pesanan (make by order) yang menurutnya bisa mencapai ratusan hingga ribuan potong per bulan.

Sementara itu, untuk dapat bersaing di pasaran dengan merek lokal maupun internasional Lino & Sons mengandalkan dua hal, yakni kualitas produk yang inovatif dan pelayanan maksimal untuk pelanggan.

“Untuk layanan misalnya, kami punya program di setiap hari Sabtu toko kami yang ada di Jakarta dan Bandung itu selalu ada desainer perhiasan. Jadi pelanggan bisa kostum perhiasan langsung konsultasi dengan yang buat dan bisa diproses hanya dalam waktu 1 minggu,” ujarnya.

Adapun, Ivan mengungkapkan tantangan utama dalam bisnis perhiasan adalah harga bahan baku yang mahal. Dia berharap pemerintah bisa memberikan insentif untuk pembelian bahan baku baik itu lokal maupun impor sehingga bisa mendorong industri perhiasan dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhiasan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top