Rokok Elektrik Hanya Sedikit Lebih Aman Dari Rokok Biasa

"Karena itu bahan karsinogen, kita masukkan ke tubuh kita, khususnya paru-paru kita."
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  11:52 WIB
Rokok Elektrik Hanya Sedikit Lebih Aman Dari Rokok Biasa
NCIG International memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia melihat potensi pasar rokok elektrik yang besar. - FOTO REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Rokok selama bertahun-tahun dipercaya sebagai penyebab utama penyakit mematikan seperti contohnya penyakit kanker yang juga diakui oleh ahli kesehatan.

Meskipun banyak faktor lainnya yang dapat menimbulkan berkembangnya virus kanker di dalam tubuh, menghirup asap rokok diyakini sebagai salah satu penyebab beberapa penyakit kanker mematikan yang seringkali ditemui seperti kanker payudara dan kanker paru-paru.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo menjelaskan kalau di Indonesia, ia menemukan banyak sekali masyarakat dari berbagai tingkat sosial dan ekonomi yang masih mengonsumsi rokok di tengah imbauan kesehatan dari pemerintah.

Apalagi, dengan inovasi terbaru yakni e-cigarette  atau rokok elektronik yang ternyata cukup diminati kaum millenial, ia mengatakan kalau sebenarnya rokok elektronik tersebut tidak lebih baik dari rokok konvensional.

“E cigarette sebetulnya hanya sedikit lebih aman dari rokok biasa, tapi dia tetap mengandung bahan-bahan nikotin dan sebagainya tetap ada ini yang harus tetep kita fight,” ucapnya saat ditemui di Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan pada Jumat (19/7/2019)

Meskipun ia tidak berbicara terlalu panjang dengan keterkaitan industri rokok dan pemerintah yang memberikan sumbangan besar terhadap penerimaan pajak, Aru menyebutkan kalau setidaknya masyarakat harus lebih menyadari dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan.

“Orang-orang yang berwenang masih ada alasan untuk menahan itu, contohnya untuk pajak dan sebagainya, tapi saya tidak akan kesitu,” lanjutnya.

“Yang mesti harus kita bereskan, lingkungan. Karena itu bahan karsinogen, kita masukkan ke tubuh kita, khususnya paru-paru kita,” tutupnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rokok elektronik, kanker

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top